Sistem Informasi Pembebasan Lahan Sangat Dibutuhkan

Jum'at, 24 April 2015 - 19:44 WIB
Sistem Informasi Pembebasan...
Sistem Informasi Pembebasan Lahan Sangat Dibutuhkan
A A A
JAKARTA - Indonesia sampai saat ini belum memiliki sistem informasi terkait pembebasan lahan. Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) membutuhkan sistem informasi ini untuk memudahkan proses koordinasi dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

"Pembebasan lahan itu harus transparan dan semua bisa memantau terutama Menteri PUPR. Jadi, tidak semua terpusat pada tim pembebasan lahan. Kadang-kadang kalau ada masalah, tim pembebasan lahan juga tidak bisa memutuskan dengan cepat. Makanya, perlu ada sistem informasi," ujar pelaksana tugas Direktur Jenderal Bina Kontruksi Kementerian PUPR, Hediyanto Husaeni di kantornya, Jumat (24/4/2015).

Dia mengatakan, proses pembebasan lahan harus terpantau transparan. Sehingga, jika ada kendala di lapangan, Menteri bisa langsung turun tangan mengatasi masalah.

"Dengan sistem informasi ini semua terbuka. Sehingga, jika ada kendala di lapangan, Pak Menteri juga bisa turun langsung mengatasi masalah. Kita tahu, selama ini masalah pembebasan lahan selalu menjadi momok untuk pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Dia mencontohkan, jika kendala lahan terkait dengan warga di suatu lokasi, kepala daerah setempat bisa diminta untuk membantu. Alasannya, pembangunan infrastruktur untuk kepentingan umum dan meningkatkan kualitas suatu daerah.

"Jadi kalau ada masalah pembebasan lahan di suatu daerah, Pak Menteri PUPR juga bisa memantau langsung dan meminta bantuan gubernur atau bupati kepala daerah setempat untuk membantu percepatan pembebasan lahan di lapangan. Karena pembangunan infrastruktur di suatu daerah juga dalam rangka membangun daerah tersebut," ungkapnya.

Sebagai informasi, saat ini proses pembebasan lahan masih melalui proses panjang. Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol misalnya, kini harus memiliki surat persetujuan penetapan lokasi pembangunan atau SP2LP yang harus diteken Gubernur.

Aturan tersebut mengacu pada keluarnya Peraturan Presiden No 30 tahun 2015 yang merupakan perubahan ketiga mengenai pembebasan lahan. Dalam Perpres tersebut disebutkan, bahwa penetapan lokasi pembangunan sebagai prasyarat tim pembebasan lahan di lapangan, akan bergantung pada persetujuan lokasi yang dikeluarkan gubernur kepala daerah setempat.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Pemulihan Jayapura dan...
Pemulihan Jayapura dan Wamena, PUPR Gandeng BUMN Karya dan Kontraktor Lokal
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved