Target Penjualan Mobil Direvisi

Sabtu, 02 Mei 2015 - 09:42 WIB
Target Penjualan Mobil...
Target Penjualan Mobil Direvisi
A A A
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil dari 1,2 juta unit menjadi 1,1 juta unit untuk tahun 2015.

Ini mempertimbangkan turunnya daya beli masyarakat yang menyebabkan penjualan selama kuartal pertama tahun ini turun 15%. ”Saya sudah ngomong dua minggu lalu soal revisi, tapi kita mau rapat lagi apa jadi 1,1 juta unit atau turun lagi,” ujar Ketua Gaikindo Sudirman Maman Rusdi seusai workshop ”Masa Depan Industri Automotif Indonesia” di Kementerian Perindustrian, Jakarta, belum lama ini.

Sudirman menjelaskan, Maret lalu penjualan memang naik hingga ke angka 90.000 unit. Namun, dari seluruh penjualan itu, sebesar 75% penjualan berupa kredit dan hampir 70% konsumen meminta tenornya diperpanjang empat hingga lima tahun. ”Itu kan artinya sebetulnya konsumen butuh mobil, tapi daya beli enggak ada. Akhirnya (tenor kredit) diperpanjang,” ucapnya.

Menurut Sudirman, pada kuartal II penjualan akan membaik sejalan dengan diggelontorkannya dana untuk infrastruktur pada Mei. ”Mudahmudahan bisa membangkitkan karena sekarang yang makin tertekan market -nya kendaraan komersial seperti truk. Kalau infrastruktur jalan itu naik, akan diikuti oleh kendaraan penumpang. Siklusnya seperti itu,” ungkapnya.

Terkait ekspor, lanjut Sudirman, Gaikindo tetap akan berusaha memenuhi keinginan pemerintah agar bisa ditingkatkan menjadi 600.000 unit. Menurut dia, Gaikindo akan berbicara dengan prinsipal untuk mencari peluang ekspor ke negara lain.

Seperti diketahui bahwa ekspor mobil Indonesia kebanyakan ke Timur Tengah. Ekonomi kawasan itu kini tengah dilanda pengetatan akibat turunnya harga minya. Karena itu, sekarang Indonesia harus mencari pasar baru atau meluncurkan produk baru agar ekspor tidak turun.

Direktur Industri Alat Transportasi Darat Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Soerjono mengatakan, tahun depan ekspor akan turun jika Indonesia tak berhasil menemukan pasar baru atau memproduksi produk sesuai tren pasar global.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved