CIMB Niaga Targetkan Pengguna Rekening Ponsel Naik 30%
Rabu, 06 Mei 2015 - 16:40 WIB
CIMB Niaga Targetkan Pengguna Rekening Ponsel Naik 30%
A
A
A
SURABAYA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melakukan penetrasi pasar pengguna smartphone di Jawa Timur (Jatim). CIMB Niaga menargetkan tahun ini pengguna rekening ponsel bisa naik 30% dari 2014 sebanyak 58.000.
Untuk memenuhi target ini, CIMB sengaja membidik segmen anak muda yang aktif memakai smartphone atau hanphone. Segmen ini diyakini bisa mendongkrak jumlah transaksi rekening ponsel, karena anak muda sudah menyadari pentingnya ponsel. Bahkan, CIMB bisa optimistis dapat tumbuh 30% pengguna rekening ponsel di Jatim.
"Pada 2014 pengguna rekening ponsel sebesar 58.000, hingga kuartal I sudah mencapai 71.000. Kami ingin tahun ini bisa tumbuh 30%," kata Area Manager Sales & Distributor III Jatim I Area PT Bank CIMB Niaga Tbk Verry Setiawan di Surabaya, Rabu (6/5/2015).
Menurutnya, saat ini sudah ada 300.000 pelanggan pengguna rekening ponsel. Dengan melihat tren yang ada, jumlah pengguna akan naik dengan baik. Apalagi, tren pemakai rekening ponsel mula naik saat pertama diluncurkan 2012. "Potensi Jatim sangat bagus, kita sangat yakin dengan pertumbuhan ekonominya," ujar dia.
Director Strategy and Finance CIMB Niaga Wan Razly menambahkan, CIMB sangat mendukung penguatan perekonomian nasional dengan mengoptimalkan pasar telekomunikasi di Tanah Air melalui rekening ponsel, karena pertumbuhan pengguna telepon seluler mengalami peningkatan.
"Meski pertumbuhan ekonomi nasional berada di bawah 5%, kami yakin bisa membantu pemerintah memulihkan kondisi saat ini," katanya.
Dia mengatakan, upayanya melalui rekening ponsel dapat meningkatkan animo masyarakat menggunakan layanan perbankan. Apalagi, semakin memudahkan mereka mendapatkan layanan tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang tertentu.
"Cukup dari rumah, nasabah pegang telepon selulernya dan bertransaksi. Ini sekaligus mendukung program pemerintah dan OJK terkait branchless banking," jelas Wan.
Dengan program rekening ponsel secara nasional, tercatat 600.000 nasabah telah menggunakan layanan ini. Bahkan, pencapaian itu mampu menumbuhkan pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) di mana pada 2015 ditargetkan tumbuh 12% menjadi Rp200 triliun. "Target kredit yang kami tetapkan sekitar Rp200 triliun, kami bisa mewujudkan itu," ucapnya.
Director Consumer Banking CIMB Niaga Samir Gupta menegaskan, saat ini penyaluran kredit perbankan dapat tumbuh antara 10%-15% dibanding pencapaian 2014. Dana DPK ini juga akan digunakan pelaku perbankan untuk membiayai kredit komersial seperti kredit kepemilikan rumah (KPR) dan mobil. "Penyaluran kredit juga bisa memakai rekening ponsel ini," katanya.
Meski demikian, CIMB Niaga tidak begitu saja dalam menyalurkan kreditnya. Apalagi, harus melihat bagaimana karakter nasabah untuk menyeleksi apakah mereka pantas menjadi debitur atau tidak.
"Paling penting adalah calon debitur harus aktif atau telah menjadi nasabah rekening ponsel. Kami targetkan hingga akhir tahun 2015 jumlah nasabah melalui rekening ponsel meningkat menjadi satu juta nasabah," tegas dia.
Untuk memenuhi target ini, CIMB sengaja membidik segmen anak muda yang aktif memakai smartphone atau hanphone. Segmen ini diyakini bisa mendongkrak jumlah transaksi rekening ponsel, karena anak muda sudah menyadari pentingnya ponsel. Bahkan, CIMB bisa optimistis dapat tumbuh 30% pengguna rekening ponsel di Jatim.
"Pada 2014 pengguna rekening ponsel sebesar 58.000, hingga kuartal I sudah mencapai 71.000. Kami ingin tahun ini bisa tumbuh 30%," kata Area Manager Sales & Distributor III Jatim I Area PT Bank CIMB Niaga Tbk Verry Setiawan di Surabaya, Rabu (6/5/2015).
Menurutnya, saat ini sudah ada 300.000 pelanggan pengguna rekening ponsel. Dengan melihat tren yang ada, jumlah pengguna akan naik dengan baik. Apalagi, tren pemakai rekening ponsel mula naik saat pertama diluncurkan 2012. "Potensi Jatim sangat bagus, kita sangat yakin dengan pertumbuhan ekonominya," ujar dia.
Director Strategy and Finance CIMB Niaga Wan Razly menambahkan, CIMB sangat mendukung penguatan perekonomian nasional dengan mengoptimalkan pasar telekomunikasi di Tanah Air melalui rekening ponsel, karena pertumbuhan pengguna telepon seluler mengalami peningkatan.
"Meski pertumbuhan ekonomi nasional berada di bawah 5%, kami yakin bisa membantu pemerintah memulihkan kondisi saat ini," katanya.
Dia mengatakan, upayanya melalui rekening ponsel dapat meningkatkan animo masyarakat menggunakan layanan perbankan. Apalagi, semakin memudahkan mereka mendapatkan layanan tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang tertentu.
"Cukup dari rumah, nasabah pegang telepon selulernya dan bertransaksi. Ini sekaligus mendukung program pemerintah dan OJK terkait branchless banking," jelas Wan.
Dengan program rekening ponsel secara nasional, tercatat 600.000 nasabah telah menggunakan layanan ini. Bahkan, pencapaian itu mampu menumbuhkan pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) di mana pada 2015 ditargetkan tumbuh 12% menjadi Rp200 triliun. "Target kredit yang kami tetapkan sekitar Rp200 triliun, kami bisa mewujudkan itu," ucapnya.
Director Consumer Banking CIMB Niaga Samir Gupta menegaskan, saat ini penyaluran kredit perbankan dapat tumbuh antara 10%-15% dibanding pencapaian 2014. Dana DPK ini juga akan digunakan pelaku perbankan untuk membiayai kredit komersial seperti kredit kepemilikan rumah (KPR) dan mobil. "Penyaluran kredit juga bisa memakai rekening ponsel ini," katanya.
Meski demikian, CIMB Niaga tidak begitu saja dalam menyalurkan kreditnya. Apalagi, harus melihat bagaimana karakter nasabah untuk menyeleksi apakah mereka pantas menjadi debitur atau tidak.
"Paling penting adalah calon debitur harus aktif atau telah menjadi nasabah rekening ponsel. Kami targetkan hingga akhir tahun 2015 jumlah nasabah melalui rekening ponsel meningkat menjadi satu juta nasabah," tegas dia.
(izz)
Lihat Juga :