Wall Street Terkoreksi Merespon Peringatan The Fed

Kamis, 07 Mei 2015 - 08:50 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Merespon Peringatan The Fed
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Rabu waktu setempat berakhir terkoreksi setelah Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memperingatkan valuasi pasar saham AS dan obligasi cukup tinggi, sehingga menambah kecemasan tentang suku bunga.

Yellen mengatakan, valuasi pasar saham yang tinggi bisa menimbulkan bahaya. Sementara Gubernur Fed bagian Atlanta Dennis Lockhart mengatakan, dia masih mengharapkan kondisi ini tidak mengubah rencana bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada tengah tahun ini atau Septembers esuaid engan ekspektasi pasar.

Komentar Yellen ditunggu investor untuk mengetahui kapan Fed akan mulai menaikkan suku bunga untuk kali pertama sejak 2006. Semenntara laporan tenaga kerja April yang akan dirilis pada akhir pekan ini dapat memengaruhi rencana The Fedterkait suku bunga.

"Semua orang terobsesi dengan Fed. Seharusnya ini tidak mengejutkan siapa pun kita tidak keluar dari level tertinggi pekan ini, mengingat komentar Yellen hari ini dan laporan tenaga kerja yang keluar pada Jumat nanti," kata Presiden Addison Capital Management Michael Church seperti dilansir dari Reuters, Kamis (7/5/2015).

Sementara penurunan di seluruh dunia pada harga obligasi pemerintah juga memberi sentimen pada Wall Street.

Indeks Dow Jones ditutup turun 86,22 poin atau 0,48% ke 17.841,98; indeks S&P 500 kehilangan 9,31 poin atau 0,45% ke 2.080,15; dan Nasdaq Composite turun 19,68 poin atau 0,4% ke 4.919,64.

Sekitar 6,7 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama lima sesi terakhir sebanyak 7,1 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
8 menit yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
33 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
42 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
3 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved