Pengusaha Terpukul Perlambatan Ekonomi RI

Senin, 11 Mei 2015 - 16:13 WIB
Pengusaha Terpukul Perlambatan...
Pengusaha Terpukul Perlambatan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIipmi) mengaku terpukul dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2015. Pasalnya, ekonomi RI yang hanya tumbuh 4,7% berdampak dan menambah beban pengusaha Indonesia.

Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengungkapkan, perlambatan ekonomi Indonesia pada kuartal I tersebut mengakibatkan keuntungan yang diperolehnya tidak capai target. Terlebih, pengusaha muda ini juga harus melakukan efisiensi di segala lini bisnis agar perlambatan ini tidak memberikan kerugian yang besar.

"Kena dong (dampak perlambatan ekonomi). Kita yang pertama, pertumbuhan ekonomi turun, profit kita tidak sesuai target. Efisiensi harus dilakukan, diversifikasi tidak bisa, terjadi stagnansi. Banyak," ucapnya di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (12/5/2015).

Menurutnya, problem utama dari lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah anggaran pemerintah yang belum maksimal terserap. Akibatnya, proyek pembangunan tak kunjung dilaksanakan, dan industri pendukungnya pun turut lesu.

"‎Hari ini kan kuartal I anggaran pemerintah belum maksimal. Itu saja yang memengaruhi. Karena itu berdampak pada multiplier effect. Sekarang produksi semen turun, karena pembangunan belum jalan, produksi besi, tenaga kerja, semua turun," imbuh dia.

Sebab itu, sambung Bahlil, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera melelang dan mengeksekusi semua program pemerintah terkait belanja masyarakat agar bisa meningkatkan pendapatan industri.

"‎Makanya yang harus didorong sekarang adalah pemerintah segera melelang atau mengeksekusi semua program pemerintah yang belanja publik itu agar bisa mengisi kekosongan ini. Sekalipun diakui juga bahwa dampak ekonomi global itu juga terjadi," terangnya.

Bahlil menambahkan, kendati belanja pemerintah melalui pembangunan infrastruktur tidak bisa langsung dirasakan dampaknya pada kuartal II, namun jika efektivitas eksekusi ‎dilaksanakan segera, maka besar kemungkinan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan mengalami peningkatan.

"Belum lah (berdampak pada kuartal II). Tunggu 3-4 bulan. Tapi kalau efektifitas eksekusinya baru jalan, saya yakin kuartal II (pertumbuhan ekonomi) akan naik. Tapi kalau tidak juga, ya kita tunggu nasib saja," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Andi Amar Anggota DPR...
Andi Amar Anggota DPR RI Calon Kuat Ketua Hipmi Sulsel
Akbar Buchari Resmi...
Akbar Buchari Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2022-2025
Waspada! Paguyuban Pengusaha...
Waspada! Paguyuban Pengusaha Muda Ramal RI Masih Resesi
Refleksi Peran Wirausaha...
Refleksi Peran Wirausaha Bangun Bangsa, HIPMI Dorong 10 Juni Jadi Hari Kewirausahaan Nasional
Bursa Calon Ketum HIPMI,...
Bursa Calon Ketum HIPMI, Akbar Buchori Dapat Dukungan dari Bobby Nasution
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
18 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
2 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved