Waspada! Paguyuban Pengusaha Muda Ramal RI Masih Resesi
Kamis, 17 Desember 2020 - 18:15 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 masih mengalami resesi ekonomi. Mengingat pada kuartal IV-2020 ini, ekonomi Indonesia akan mengalami minus kembali. Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan HIPMI Ajib Hamdani mengatakan, pada kuartal IV-2020, diperkirakan ekonomi Indonesia berada dikisaran 0 hingga -1-%. Artinya masih mengalami resesi karena pada kuartal III-2020 ekonomi Indonesia -3,4%.
Memang menurut Ajib, ada sedikit peningkatan pada konsumsi ruma tangga. Hal ini menyusul pelonggaran yang dilakukan oleh pemerintah pada aktivitas ekonomi masyarakat. “Pergerakan konsumsi pertumbuhan ekonomi kita naik tapi masih bersifat minus. Kemarin (kuartal III-2019) -3,4%. Terjadi perlambatan ekonomi yang luar biasa. Prediksi HIPMI kuartal IV di angka 0 sampai -1% artinya kita menghadapi masalah resesi,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Hiks! Resesi Diramal Masih Lanjut hingga Akhir Tahun
Oleh karena itu lanjut Ajib, untuk mendongkrak ekonomi perlu peningkatan konsusmi. Mengingat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang paling besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan presentase 57%. “Diperlukan penopang konsumsi, untuk itu pemerintah perlum income yang berasal dari konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu lanjut Ajib, sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga perlu untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Apalagi sektor UMKM menjadi salah satu yang paling terdampak dan bisa menjadi penyelamat ekonomi nasional. “Dan paling efektif adalah sektor UMKM karena supplat bisnis jalan dan income masyarakat naik untuk itu pemerintah harus mendesain ulang yang cepat dan tepat karena itu bisa memberikan daya ungkit maksimal agar konsumsi baik dan lebih cepat pemulihan tahun depan,” jelasnya.
Memang menurut Ajib, ada sedikit peningkatan pada konsumsi ruma tangga. Hal ini menyusul pelonggaran yang dilakukan oleh pemerintah pada aktivitas ekonomi masyarakat. “Pergerakan konsumsi pertumbuhan ekonomi kita naik tapi masih bersifat minus. Kemarin (kuartal III-2019) -3,4%. Terjadi perlambatan ekonomi yang luar biasa. Prediksi HIPMI kuartal IV di angka 0 sampai -1% artinya kita menghadapi masalah resesi,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Hiks! Resesi Diramal Masih Lanjut hingga Akhir Tahun
Oleh karena itu lanjut Ajib, untuk mendongkrak ekonomi perlu peningkatan konsusmi. Mengingat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang paling besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan presentase 57%. “Diperlukan penopang konsumsi, untuk itu pemerintah perlum income yang berasal dari konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu lanjut Ajib, sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga perlu untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Apalagi sektor UMKM menjadi salah satu yang paling terdampak dan bisa menjadi penyelamat ekonomi nasional. “Dan paling efektif adalah sektor UMKM karena supplat bisnis jalan dan income masyarakat naik untuk itu pemerintah harus mendesain ulang yang cepat dan tepat karena itu bisa memberikan daya ungkit maksimal agar konsumsi baik dan lebih cepat pemulihan tahun depan,” jelasnya.
Lihat Juga :