Hilirisasikan Hasil Laut, Jokowi Ingin Jiplak China

Senin, 06 Februari 2023 - 13:20 WIB
"Kalau RRT (China), importir nomor 1 rumput laut. Importir, dia tidak menjadi produsen rumput laut, tetapi kita lihat kita ini hanya eksportir nomor 3 karagenan, agar-agar, atau komponen yang membuat bahan kekentalan, hanya nomor 3. RRT tadi importir rumput laut nomor 1 dan sekaligus eksportir nomor 1 karagenan. Ini yang harus kita tiru. Kita harusnya menjadi ekspor nomor 1 bahan mentah dan juga eksportir nomor 1 karagenan, harusnya seperti itu. Dan nilai tambah yang ada di sini akan melompat," jelasnya.

Tidak hanya itu, terkait dengan ikan tuna, tongkol, cakalang, Indonesia menjadi eksportir nomor 1. Tetapi juga sekaligus importir nomor 1 tepung ikan. Seharusnya, kata Jokowi, Indonesia dapat memproduksi tepung ikan sendiri.

"Lucu sudah, dorong keluar kemudian kita impor lagi dalam bentuk tepung ikan. Apa gak bisa sih kita menghilirkan ini? Mengindustrialisasikan ikan kita yang menjadi tepung. Sesulit apa, apa sulit banget sih. Kalau kita belum mampu gandeng partner, partner-an, jangan ragu-ragu untuk masuk ke sana," kata Jokowi.

"Kemudian RRT kita lihat, importir nomor 2 tuna, cakalang dan tongkol segar. Tetapi bisa menjadi eksportir nomor 4 tepung ikan," tambahnya.

Maka dari itu, Jokowi meminta agar pemerintah dan pebisnis dapat menggandeng partner untuk dapat melakukan hilirisasi hasil-hasil laut. Dan kemudian dapat diolah sehingga bisa diekspor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!