Hartanya Raib Rp 899,3 Triliun, Adani Bukan Lagi Orang Terkaya Asia dan ke-4 Dunia

Selasa, 07 Februari 2023 - 12:04 WIB
"Ada risiko bahwa kekhawatiran investor tentang tata kelola dan pengungkapan terkait grup bakal lebih besar daripada yang saat ini kami perhitungkan dalam peringkat kami," tulis analis Mary Anne Low dan Chang Jia dalam sebuah catatan.

"Atau bahwa penyelidikan baru dan sentimen negatif pasar dapat menyebabkan peningkatan biaya modal dan mengurangi akses pendanaan untuk entitas yang dinilai," bebernya.

Moody's Investors Service juga mempertanyakan kemampuan Adani untuk mengumpulkan dana dan membiayai kembali utangnya untuk tahun-tahun mendatang.

Kedua perusahaan pemeringkat itu membiarkan peringkat kekuatan finansial konglomerat itu tidak tersentuh, tetapi S&P menjelaskan bahwa kemungkinan bakal menurunkannya dalam jangka pendek, yang akan menjadi pukulan besar bagi Adani Group.

Sebagai informasi Gautam Adani menjadi miliarder pada tahun 2008 setelah memulai perusahaan ekspor komoditas. Namun kebangkitan yang sebenarnya terjadi selama pandemi covid-19.

Tahun lalu, ia menyalip satu demi satu, miliarder papan atas seperti Warren Buffett dan Bill Gates. Dia berhasil melengserkan Jeff Bezos dari posisi kedua orang terkaya sejagat.

Satu-satunya orang yang kekayaannya telah menghalangi kebangkitan Adani adalah Elon Musk, yang berdiri kokoh untuk mempertahankan gelarnya sabagai orang terkaya di dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!