Heboh Warunk Upnormal Banyak Tutup Permanen, Ini Penyebabnya

Rabu, 08 Februari 2023 - 20:53 WIB
Menurut Yuswohady pemilik usaha dengan jenis makanan indulgent harus mampu mengembangkan usahanya dengan inovasi terus menerus yang mengikuti perkembangan zaman. Bila tidak, usaha tersebut akan redup dan secara perlahan mulai ditinggalkan masyarakat.

“Warunk Upnormal pada tiga tahun pertamanya memiliki inovasi yang luar biasa, bisa dilihat melalui menu Indomie dengan berbagai topping. Tapi inovasinya mulai turun dan brandnya gak cool lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Gelombang PHK Belum Usai, Kini Boeing Pangkas 2.000 Karyawan

Selain inovasi, Yuswohady menilai pelaku usaha hendaknya harus mampu memahami sifat dasar (nature) dari makanan di Indonesia. Jenis makanan yang dikonsumsi sehari - hari akan terus bertahan, daripada makanan yang hanya dikonsumsi hanya untuk kepuasan. “Selain inovasi, makanan yang sering dikonsumsi masyarakat akan bertahan,” pungkasnya.

Dia mencontohkan warung sederhana atau warteg yang memiliki sifat khas orang Indonesia. "Saya kira banyak ya, yang memiliki khas Indonesia. Misalnya, warung sederhana atau warteg. Sama halnya dengan makanan fast food dari luar yang sifatnya franschise. Mereka bisa bertahan karena ayam goreng yang rentan disenangi masyarakat kita," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!