Buntut Kasus Penganiayaan oleh Anak Pejabat Pajak, Staf Sri Mulyani: Kemenkeu Kecam Sikap Pamer Harta
Rabu, 22 Februari 2023 - 16:53 WIB
Yustinus Prastowo, staf Sri Mulyani, buka suara soal penganiayaan yang dilakukan oleh akan pejabat Pajak. Foto/Cita
JAKARTA - Kabar penganiayaan yang dilakukan oleh anak seorang pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jadi sorotan publik. Kemenkeu pun turut memberikan pandangan terkait kejadian itu.
Baca juga: Kapolres Jakarta Selatan Beberkan Kronologi Penganiayaan di Pesanggrahan
Bak bola liar, kasus penganiayaan ini akhirnya merembet ke mana-mana. Mulai dari gaya hidup anak pejabat pajak, hingga jumlah harta kekayaan sang orang tua ikut disorot.
"Kemenkeu mengecam segala tindak kekerasan yang dilakukan dan turut prihatin atas kondisi korban serta mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang atas kasus tersebut," ujar Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Kedua, Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah dan sikap pamer harta yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kemenkeu dan menciptakan reputasi negatif terhadap seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih, dan profesional.
Baca juga: Kapolres Jakarta Selatan Beberkan Kronologi Penganiayaan di Pesanggrahan
Bak bola liar, kasus penganiayaan ini akhirnya merembet ke mana-mana. Mulai dari gaya hidup anak pejabat pajak, hingga jumlah harta kekayaan sang orang tua ikut disorot.
"Kemenkeu mengecam segala tindak kekerasan yang dilakukan dan turut prihatin atas kondisi korban serta mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang atas kasus tersebut," ujar Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Kedua, Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah dan sikap pamer harta yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kemenkeu dan menciptakan reputasi negatif terhadap seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih, dan profesional.