Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada
Jum'at, 17 Juli 2020 - 10:37 WIB
Surplus pada Januari-Juni 2020 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang defisit USD1,93 miliar. Pada Juni lalu, ekspor juga meningkat 2,28% menjadi USD12,03 miliar. Kendati surplus, Jerry meminta agar tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum usai. Dia berharap langkah-langkah yang komprehensif dan sinergis terus dilakukan demi mewujudkan mitigasi ekonomi yang lebih baik lagi.
"Arahan Presiden sudah jelas bahwa ekspor adalah salah satu penopang ekonomi Indonesia, baik pada saat wabah maupun saat normal. Bahkan sebelum adanya wabah Covid-19 ini, Presiden Jokowi sudah menetapkan arah kebijakan kerja sama luar negeri yang lebih menekankan pada dampak ekonomi termasuk dalam kaitannya dengan peningkatan ekspor. Itu sebabnya kita harus terus meningkatkan kinerja yang baik ini," tuturnya.
Menurut Jerry, produk barang dan jasa Indonesia masih sangat diminati di pasar luar negeri. Mantan anggota Komisi I DPR tersebut yakin volume eskpor barang dan jasa Indonesia perlahan akan terus meningkat.
Apalagi, kata dia, Indonesia baru saja menyelesaikan dua perjanjian perdagangan yang penting yaitu IA-CEPA dengan Australia dan AKHFTA dengan ASEAN-Hong Kong. Keduanya berlaku sejak awal Juli 2020. Jerry mendorong agar kedua perjanjian perdagangan itu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha.
(Baca Juga: Keras, Trump Sebut Tak Tertarik Lagi Bicarakan Perdagangan dengan China)
"Arahan Presiden sudah jelas bahwa ekspor adalah salah satu penopang ekonomi Indonesia, baik pada saat wabah maupun saat normal. Bahkan sebelum adanya wabah Covid-19 ini, Presiden Jokowi sudah menetapkan arah kebijakan kerja sama luar negeri yang lebih menekankan pada dampak ekonomi termasuk dalam kaitannya dengan peningkatan ekspor. Itu sebabnya kita harus terus meningkatkan kinerja yang baik ini," tuturnya.
Menurut Jerry, produk barang dan jasa Indonesia masih sangat diminati di pasar luar negeri. Mantan anggota Komisi I DPR tersebut yakin volume eskpor barang dan jasa Indonesia perlahan akan terus meningkat.
Apalagi, kata dia, Indonesia baru saja menyelesaikan dua perjanjian perdagangan yang penting yaitu IA-CEPA dengan Australia dan AKHFTA dengan ASEAN-Hong Kong. Keduanya berlaku sejak awal Juli 2020. Jerry mendorong agar kedua perjanjian perdagangan itu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha.
(Baca Juga: Keras, Trump Sebut Tak Tertarik Lagi Bicarakan Perdagangan dengan China)
Lihat Juga :