Profil H.M. Lukminto, Pendiri Sritex yang Mendunia

Jum'at, 24 Maret 2023 - 14:49 WIB
Putus sekolahnya Lukminto ini diduga berasal dari kebijakan larangan segala sesuatu yang berhubungan dengan Etnis Tionghoa.

Awalnya, Lukminto mencoba untuk mengikuti jejak kakaknya untuk berdagang di Pasar Klewer, Solo. Dari sinilah ketertarikannya di dunia bisnis mulai muncul.

Bermodalkan Rp 100 ribu dari orang tua, Lukminto memulai bisnisnya dengan menjual kain blacu yang didapat dari Semarang dan Bandung. Bahan tersebut kemudian dijajakan ke Pasar Klewer, Pasar Kliwon, dan usaha batik rumahan.

Dilansir dari laman resmi Srintex, H.M. Lukminto mulai memulai usaha tekstil ini sejak 1966. Awalnya dia mulai mebangun perusahaan yang berdasar perdagangan tradisional di Pasar Klewer.

Pendirian perusahaan Sritex ini merupakan salah satu pencapaian besar dari Lukminto. Bisnisnya lalu semakin berkembang di setahun berselang. Hingga pada tahun 1972, dia berhasil untuk membuka pabrik pertamanya di Semanggi Solo.

Setelah itu, Lukminto mulai mendirikan pabrik tenun pertamanya pada 1982. Pabrik tersebut diberi nama PT Sri Rejeki Isman atau yang lebih dikenal sebagai PT Sritex.

Baca juga: Restrukturisasi Rampung, Menperin: Sritex Bangkitkan Optimisme Industri Tekstil
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!