Naik 105%, Laba Antam 2022 Tembus Rp3,82 Triliun

Senin, 27 Maret 2023 - 11:20 WIB
Atas capaian penjualan tersebut, ANTM kembali mencatatkan tingkat penjualan tertinggi produk emas sepanjang sejarah perusahaan. Sementara terkait produksi, perseroan telah memproduksi 1,27 ton logam emas yang dihasilkan dari tambang emas perseroan.

Sejalan dengan strategi peningkatan nilai tambah produk emas logam mulia, pada Oktober 2022 lalu perseroan melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia meluncurkan produk perhiasan dan emas batangan Batik Indonesia Seri III, yang menghadirkan empat motif batik budaya Indonesia yakni Batik Bokor Kencono, Batik Huk, Batik Srimanganti, dan Batik Mahkota Siger.

Selain itu, guna meningkatkan kualitas layanan yang prima, perseroan juga menerapkan mekanisme penjualan emas secara online melalui website resmi www.logammulia.com , serta melalui berbagai platform marketplace. ANTM juga memiliki jaringan butik logam mulia offline yang tersebar di 12 kota di Indonesia.

Di samping itu, sepanjang tahun lalu kondisi volatilitas harga nikel global yang signifikan dipengaruhi dinamika kondisi geopolitik dan ekonomi global. Lalu, kebijakan lockdown pandemi Covid-19 di Asia Timur pada kuartal II 2022 juga mempengaruhi tingkat penyerapan produk nikel di pasar ekspor maupun dalam negeri.

“Menyikapi hal tersebut, kami memitigasi setiap risiko dan peluang yang ada secara berkesinambungan, melalui upaya pengembangan pasar dan diversifikasi pelanggan di dalam maupun luar negeri,” ujar Syarif.

Produk feronikel merupakan kontributor terbesar kedua penjualan ANTM dengan porsi sebesar 15% atau senilai Rp6,85 triliun. Sementara kontribusi segmen nikel yaitu feronikel dan bijih nikel mencapai Rp12,03 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!