BI: Ekonomi Indonesia Sedang di Mode Survival
Senin, 20 Juli 2020 - 14:30 WIB
Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait, untuk mendukung penyaluran bantuan sosial nontunai dalam rangka pemulihan ekonomi. "Kita juga harus bisa fokus pada sektor sektor di masa transisi ini. Indonesia harus beradaptasi di kegiatan new normal. Namu pruden tetap di jaga market mekanisme tetap di jaga juga dan harus bersinergi untuk dorong pemulihan ekonomoi," paparnya.
(Baca Juga: Rupiah Tak Bertenaga, BI: Semua Negara Juga Sama )
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, hampir semua negara pada tahun 2020 bakal mengalami resesi. Beberapa lembaga internasional memprediksi ekonomi global terkontraksi sebesar 5-8 persen. Risiko resesi semakin diperparah dengan adanya gelombang kedua (second wave) Covid-19 dan meningginya tensi geopolitik antara AS dengan China.
"Data dari 3 lembaga internasional, tahun 2020 ini hampir semua negara resesi, dengan pertumbuhan -5 sampai mendekati -8 persen. Tensi geopilitik di AS, akan mempengaruhi ekonomi dan politik global karena merupaka negara terbesar saat ini. Ini harus diwaspadai," kata Destry.
(Baca Juga: Rupiah Tak Bertenaga, BI: Semua Negara Juga Sama )
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, hampir semua negara pada tahun 2020 bakal mengalami resesi. Beberapa lembaga internasional memprediksi ekonomi global terkontraksi sebesar 5-8 persen. Risiko resesi semakin diperparah dengan adanya gelombang kedua (second wave) Covid-19 dan meningginya tensi geopolitik antara AS dengan China.
"Data dari 3 lembaga internasional, tahun 2020 ini hampir semua negara resesi, dengan pertumbuhan -5 sampai mendekati -8 persen. Tensi geopilitik di AS, akan mempengaruhi ekonomi dan politik global karena merupaka negara terbesar saat ini. Ini harus diwaspadai," kata Destry.
(akr)
Lihat Juga :