IMF Tingkatkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Rusia Tahun Ini

Rabu, 12 April 2023 - 09:28 WIB
"Eksodus perusahaan multinasional, hilangnya sumber daya manusia, isolasi dari pasar keuangan global, dan gangguan akses ke barang dan teknologi canggih akan menghambat ekonomi Rusia," kata juru bicara IMF seperti dikutip Reuters.

Dia juga memperingatkan bahwa ekonomi Rusia akan berada dalam bahaya jika syarat perdagangan memburuk karena sanksi baru, yang akan mengakibatkan penurunan surplus neraca berjalan dan pendapatan fiskal. "Yang terakhir berarti bahwa pihak berwenang perlu membatasi pengeluaran atau mencari cara untuk membiayai defisit yang jauh lebih tinggi," tambahnya.

Baca Juga: Putin: Ekonomi Rusia Ungguli Banyak Anggota G20 Meski Ada Sanksi

Defisit anggaran Rusia adalah 2,4 triliun rubel (USD29,2 miliar) atau sekitar Rp438 triliun (kurs Rp15.000 per USD) pada kuartal pertama, turun dari surplus 1,13 triliun rubel (USD13,7 miliar) pada tahun 2022. Sementara, analis memprediksi surplus neraca berjalan turun sekitar 73% tahun-ke-tahun menjadi USD18,6 miliar. Kedua perubahan tersebut disebabkan oleh pengeluaran yang besar dan pendapatan energi yang lebih rendah.

Sebelumnya, perkiraan resmi dari Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia memperkirakan PDB turun sebesar 0,8% pada tahun 2023 dan kembali tumbuh pada tahun 2024 sebesar 2,6%. Bank of Russia juga baru-baru ini merevisi dinamika PDB menjadi -1%/+1% tahun ini, naik dari prakiraan Oktober, yang memperkirakan kontraksi ekonomi di kisaran 1-4%. Regulator diperkirakan akan menerbitkan perkiraan ekonomi makro jangka menengah yang diperbarui akhir bulan ini.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!