9 Usulan Stimulus SKK Migas Demi Selamatkan Bisnis Hulu Migas
Selasa, 28 April 2020 - 22:56 WIB
SKK Migas meminta pemerintah memberikan stimulus bagi industri migas, dimana ada sembilan stimulus yang diusulkan demi menyelamatkan bisnis hulu migas. Foto/Dok
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis produksi minyak akan bangkit. Seperti diketahui wabah covid-19 di dunia membuat permintaan minyak menurun yang berimbas pada pengurangan produksi minyak.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan produksi minyak akan kembali pulih pada tahun 2021 dikarenakan dengan adanya temuan vaksin corona yang siap dipakai manusia akan membuat ekonomi seluruh dunia bisa pulih. "Ketika barang langka atau jumlahnya sedikit di pasaran, maka harga akan mengalami kenaikan. Tapi saya melihat 2020 ke 2021 itu masih ada decline, 2022 mulai pick-up dan bangkit," ujar Dwi di Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Sementara itu Ia meminta pemerintah memberikan stimulus bagi industri migas, dimana ada sembilan stimulus bisa diberikan untuk menghadapi dampak virus corona (Covid-19) dan anjloknya harga minyak di sektor hulu migas nasional. "Usulan kebijakan untuk menghadapi situasi penuh tekanan ini telah dan terus dibicarakan dengan pemangku kepentingan lainnya," katanya.
Sambung dia menerangkan yang menjadi usulan pertama yakni penundaan pencadangan biaya kegiatan pascaoperasi atau Abandonment and Site Restoration (ASR). "Kegiatan ini digunakan untuk menutup sumur secara permanen, penghentian pengoperasian dan menghilangkan kemampuan Fasilitas Produksi dan fasilitaspenunjang untuk dapat dioperasikan kembali termasuk Pembongkarannya secara permanen, serta melakukan pemulihan lingkungan di WK," terangnya.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan produksi minyak akan kembali pulih pada tahun 2021 dikarenakan dengan adanya temuan vaksin corona yang siap dipakai manusia akan membuat ekonomi seluruh dunia bisa pulih. "Ketika barang langka atau jumlahnya sedikit di pasaran, maka harga akan mengalami kenaikan. Tapi saya melihat 2020 ke 2021 itu masih ada decline, 2022 mulai pick-up dan bangkit," ujar Dwi di Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Sementara itu Ia meminta pemerintah memberikan stimulus bagi industri migas, dimana ada sembilan stimulus bisa diberikan untuk menghadapi dampak virus corona (Covid-19) dan anjloknya harga minyak di sektor hulu migas nasional. "Usulan kebijakan untuk menghadapi situasi penuh tekanan ini telah dan terus dibicarakan dengan pemangku kepentingan lainnya," katanya.
Sambung dia menerangkan yang menjadi usulan pertama yakni penundaan pencadangan biaya kegiatan pascaoperasi atau Abandonment and Site Restoration (ASR). "Kegiatan ini digunakan untuk menutup sumur secara permanen, penghentian pengoperasian dan menghilangkan kemampuan Fasilitas Produksi dan fasilitaspenunjang untuk dapat dioperasikan kembali termasuk Pembongkarannya secara permanen, serta melakukan pemulihan lingkungan di WK," terangnya.
Lihat Juga :