Penjualan Menggeliat, Kelas Menengah Jadi Harapan Industri Automotif

Selasa, 21 Juli 2020 - 11:09 WIB
"Data tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil karena dihitung sejak awal tahun. Kondisi terparah sejak Maret hingga Juni 2020. Hingga akhir tahun ini volume penjualan di kisaran hanya 500.000-550.000 unit," katanya.

Direktur Sales dan Distribusi Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengakui industri otomotif masih bergantung pada segmen menengah atas. Kebutuhan kendaraan bermotor menurut dia masih terus ada. "Potensi kelas menengah masih baik walau jauh dari kondisi normal sebelumnya. Masih ada kebutuhan kendaraan bermotor," jelas Harjanto.

Meskipun ada potensi tapi tantangannya sangat besar karena pemulihan daya beli khususnya segmen menengah atas akan terjadi perlahan. Prioritas belanja masyarakat di tengah pandemi masih untuk kebutuhan pokok dan kesehatan. "Pulihnya bertahap. Kelas menengah yang tidak berdampak signifikan, mereka masih ada kebutuhan lainnya," paparnya. (Baca juga: Pasar Automotif Baru Pulih Tahun Depan)

Direktur Astra Financial Yulian Warman juga mengatakan minat belanja masyarakat kelas menengah atas sudah tertahan cukup lama dari bulan Maret 2020 lalu hingga sekarang. Atau persis selama pandemi. Sehingga menurut dia dengan adanya pelonggaran PSBB langsung disambut dengan pembelian kendaraan bermotor.

"Jadi, kelas menengah yang berkemampuan membeli sepeda motor dan mobil itu masih menunggu kondisi pandemi ini kapan berakhir. Buktinya dengan PSBB sedikit dibuka, pergerakan pembelian kelihatan di berbagai kota," kata Yulian.

Sementara, Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengakui industri automotif nasional, bahkan dunia, memang sempat turun padahal sedang ada upaya untuk bangkit usai adanya pemilihan presiden dan wakil presiden, tapi turun lagi dengan adanya Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!