Krisis Ekonomi Terburuk dalam 70 Tahun Menimpa Sri Lanka, Bank Sentral Blejeti Masalahnya

Selasa, 02 Mei 2023 - 17:47 WIB
Baca Juga: Mengupas Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI dan Sri Lanka, Mampukah Menahan Krisis?

Laporan bank sentral juga menguraikan bagaimana inflasi utama mencapai hampir 70% pada bulan September 2022 karena harga buah segar, gandum dan telur bertambah mahal lebih dari dua kali lipat. Pada saat yang sama, biaya transportasi dan utilitas penting seperti listrik dan air turut naik lebih cepat.

Tahun lalu, ekonomi Sri Lanka menyusut 7,8% dan negara itu gagal membayar utang luar negerinya untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.

Default terjadi ketika pemerintah tidak dapat memenuhi sebagian atau seluruh pembayaran utang mereka kepada kreditor. Kondisi tersebut merusak reputasinya dengan pemberi pinjaman, membuatnya semakin sulit untuk meminjam uang di pasar internasional.

"Ekonomi Sri Lanka menghadapi tahun yang paling berat dalam sejarah pasca-kemerdekaannya," kata laporan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!