Pasca-Kasus BSI, Perbankan dan OJK Diminta Perkuat Keamanan Siber

Minggu, 14 Mei 2023 - 08:30 WIB
OJK dan perbankan diminta memperkuat keamanan siber. Foto/Dok
JAKARTA - Dunia perbankan Tanah Air sedang dihebohkan dengan dugaan serangan ransomware yang terjadi pada sistem Bank Syariah Indonesia ( BSI ). Sistem perbankan hasil dari merger empat bank syariah itu mengalami kelumpuhan sejak Senin lalu (8/5/2023) dan bahkan belum sepenuhnya pulih hingga akhir pekan ini.

Baca juga: OJK Minta Masyarakat Tetap Tenang Menyikapi Faktor Penyebab Gangguan Bank BSI



Serangan siber terhadap lembaga perbankan oleh para peretas tidak hanya terjadi pada Bank Syariah Indonesia (BSI) tetapi juga pada lembaga perbankan lainnya. Kejahatan ini telah merugikan lembaga perbankan dan nasabah ratusan miliar setiap tahunnya.

Menyikapi itu, anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati meminta pemerintah dan regulator secara serius melihat masalah ini, sehingga kejadian yang sama tidak akan berulang pada lembaga perbankan.

“Pemerintah dan OJK perlu memperkuat sistem cyber security dan cyber protection yang sudah ada selama ini untuk mengantisipasi potensi risiko serangan siber di tengah tren digitalisasi jasa keuangan yang perkembangannya semakin cepat,” jelas Anis dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/5/2023).

Terkait dengan serangan terhadap BSI, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) ini menuturkan agar masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepada BSI untuk dapat segera menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!