Aturan Wajib Masker Dicabut, Pedagang Curhat Penjualan Anjlok 90%
Minggu, 18 Juni 2023 - 17:09 WIB
"Ini rada turun sih tapi nggak banyak, orang kan ada yang ke luar masih pakai masker, soalnya kan masih debu dan panas. Kira-kira hampir 30% (penurunan) lah," tuturnya.
Guna menekan kerugian, Yuni menurunkan stok masker yang ia jual, dari yang biasanya belanja hingga 100 box, kini hanya separuhnya yaitu 50 box.
Yuni juga berinisiatif melakukan pengemasan ulang menjadi kemasan kecil dengan jumlah yang lebih sedikit namun dengan harga lebih terjangkau.
"Saya ecer begini (kemasan plastik). Orang senangnya diecer sekarang kayak gitu diplastikin Rp5.000, orang senangnya yang kayak gitu (kemasan plastik)," bebernya.
Baca juga: Tanpa Masker, Ini Aturan Terbaru Naik Transjakarta, MRT, dan KRL
Sementara itu, penjual masker lainnya bernama Wandi juga menyebut penjualannya menurun sekitar 30-40%. Diamenuturkan, penjualan maskernya terbantu karena lokasi dirinya berjualan berdekatan dengan rumah sakit, sehingga masih banyak orang yang mencari masker. "Sekarang sih kebantu ama itu doang rumah sakit. Rumah sakit kan diwajibin masker," tuturnya.
Guna menekan kerugian, Yuni menurunkan stok masker yang ia jual, dari yang biasanya belanja hingga 100 box, kini hanya separuhnya yaitu 50 box.
Yuni juga berinisiatif melakukan pengemasan ulang menjadi kemasan kecil dengan jumlah yang lebih sedikit namun dengan harga lebih terjangkau.
"Saya ecer begini (kemasan plastik). Orang senangnya diecer sekarang kayak gitu diplastikin Rp5.000, orang senangnya yang kayak gitu (kemasan plastik)," bebernya.
Baca juga: Tanpa Masker, Ini Aturan Terbaru Naik Transjakarta, MRT, dan KRL
Sementara itu, penjual masker lainnya bernama Wandi juga menyebut penjualannya menurun sekitar 30-40%. Diamenuturkan, penjualan maskernya terbantu karena lokasi dirinya berjualan berdekatan dengan rumah sakit, sehingga masih banyak orang yang mencari masker. "Sekarang sih kebantu ama itu doang rumah sakit. Rumah sakit kan diwajibin masker," tuturnya.
Lihat Juga :