Produksi Karet RI Merosot, Pengusaha Pilih Impor untuk Penuhi Kontrak
Rabu, 21 Juni 2023 - 16:13 WIB
Baca juga: Kandungan Lokal Tinggi, Industri Karet Ikut Dukung Pengembangan Infrastruktur Tahan Gempa
Menurut dia, lantaran Indonesia tidak bisa memenuhi perjanjian kontrak ekspor dengan para buyer, maka mau tidak mau harus melakukan importasi karet dari negara lain agar kebutuhan industri di dalam negeri tetap berjalanan dan perjanjian kontrak bisa diteruskan. Adapun jumlah karet yang diimpor tiap tahun mencapai 100.000 ton.
"Gini, posisi kontrak kita kalau kita lagi nggak match, karena kontraknya kan sistemnya itu adalah long term, jadi kita selalu melakukan long term kontrak yang artinya kita udah terikat pada buyer,” ungkapnya.
“Misalnya, di bulan Juli kita itu harus ekspor berapa, Agustus berapa, September berapa. Tanda tangan kontrak itu harus dibuat pada bulan April itu untuk membuat sampai dengan Desember. Nah pada saat kita lihat ternyata pada saat Oktober apa yang kita perkirakan kita pikir bisa penuhi ternyata tidak ada, jadi otomatis kita cari kontrak lain atau impor, gitu," bebernya.
Baca juga: Kendali China di Dalam Produsen Ban Terbesar Asal Italia Dibatasi
Menurut dia, lantaran Indonesia tidak bisa memenuhi perjanjian kontrak ekspor dengan para buyer, maka mau tidak mau harus melakukan importasi karet dari negara lain agar kebutuhan industri di dalam negeri tetap berjalanan dan perjanjian kontrak bisa diteruskan. Adapun jumlah karet yang diimpor tiap tahun mencapai 100.000 ton.
"Gini, posisi kontrak kita kalau kita lagi nggak match, karena kontraknya kan sistemnya itu adalah long term, jadi kita selalu melakukan long term kontrak yang artinya kita udah terikat pada buyer,” ungkapnya.
“Misalnya, di bulan Juli kita itu harus ekspor berapa, Agustus berapa, September berapa. Tanda tangan kontrak itu harus dibuat pada bulan April itu untuk membuat sampai dengan Desember. Nah pada saat kita lihat ternyata pada saat Oktober apa yang kita perkirakan kita pikir bisa penuhi ternyata tidak ada, jadi otomatis kita cari kontrak lain atau impor, gitu," bebernya.
Baca juga: Kendali China di Dalam Produsen Ban Terbesar Asal Italia Dibatasi
Lihat Juga :