Ekonomi Sulit, Pemuda China Ramai-ramai Mendekat pada Tuhan

Minggu, 25 Juni 2023 - 11:49 WIB
Berdasarkan platform perjalanan lainnya, Trip.com sekitar setengah dari pengunjung kuil pada Januari dan Februari lahir setelah tahun 1990. Mengutip The Guardian, generasi milenial dan Gen Z adalah bagian dari kelompok anak muda yang menghadapi rekor tingkat pengangguran tertinggi di China. Pada Mei, tingkat pengangguran untuk usia 16 hingga 24 tahun mencapai 20,8%.

Pemulihan ekonomi China yang sulit dan perlambatan di sektor pendidikan, properti, dan teknologi telah menekan peluang bagi para lulusan baru. Akibatnya, banyak orang lebih percaya kepada dewa-dewi daripada gelar mereka.

Para pemuda China ini telah menjadi perbincangan di media sosial, merujuk pada kaum muda yang beralih ke persembahan spiritual dalam upaya mendekatkan diri kepada sang ilahi. "Antara maju dan bekerja, saya memilih dupa," adalah salah satu slogan yang kini populer di China.

Slogan ini mencerminkan keinginan untuk berdoa demi perbaikan diri. Slogan ini dikaitkan dengan neijuan, atau involusi di mana kerja keras mereka sering kali sia-sia. Banyak kuil telah memenuhi permintaan akan makanan spiritual ini dengan menawarkan kursus meditasi, kafe di tempat dan, menurut beberapa laporan, pusat konseling psikologis. Semua ini telah diberi label 'ekonomi kuil'.

Pernak-pernik bergaya Budha juga semakin populer. Pada Januari, kuil Lama, biara Budha terbesar di Beijing, mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa mereka tidak mengizinkan platform pihak ketiga untuk menjual gelang kuil Lama, bertentangan dengan klaim beberapa vendor online.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!