Jokowi Kaget Harga Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu, Perindo Minta Bapanas Kendalikan Harga
Rabu, 28 Juni 2023 - 18:51 WIB
Yerry Tawalujan putra asli Minahasa, yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Utara itu menjelaskan, menurut data dari laman Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau NFA, harga daging ayam ras per 27 Juni 2023 tercatat Rp38.530 per Kg.
Kemudian Bapanas mengklarifikasi yang menyebutkan harga yang di cek Jokowi itu adalah jenis daging ayam fillet, bukan daging ayam karkas utuh. Untuk mendapatkan harga pasti di lapangan, politisi Partai Perindo partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu meminta Bapanas meniru apa yang dilakukan Jokowi dengan meninjau langsung ke pasar.
"Apalagi menjelang hari-hari raya seperti Idul Adha seperti sekarang, sudah pasti harga bahan pangan akan melambung naik," kata Yerry.
Juru bicara nasional Partai Perindo, partai modern yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu menambahkan, seharusnya Bapanas sebagai lembaga yang diberikan wewenang untuk pengendalian bahan pangan nasional telah memiliki instrumen-instrumen alternatif untuk penetrasi pasar, sehingga sebelum harga bergerak naik, sudah diredam lebih dahulu dengan intervensi pasar.
"Kalau ini tetap terjadi, harga tetap naik saat hari raya. Artinya Bapanas belum bekerja maksimal, belum membuat prestasi," jelas Yerry.
Kemudian Bapanas mengklarifikasi yang menyebutkan harga yang di cek Jokowi itu adalah jenis daging ayam fillet, bukan daging ayam karkas utuh. Untuk mendapatkan harga pasti di lapangan, politisi Partai Perindo partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu meminta Bapanas meniru apa yang dilakukan Jokowi dengan meninjau langsung ke pasar.
"Apalagi menjelang hari-hari raya seperti Idul Adha seperti sekarang, sudah pasti harga bahan pangan akan melambung naik," kata Yerry.
Juru bicara nasional Partai Perindo, partai modern yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu menambahkan, seharusnya Bapanas sebagai lembaga yang diberikan wewenang untuk pengendalian bahan pangan nasional telah memiliki instrumen-instrumen alternatif untuk penetrasi pasar, sehingga sebelum harga bergerak naik, sudah diredam lebih dahulu dengan intervensi pasar.
"Kalau ini tetap terjadi, harga tetap naik saat hari raya. Artinya Bapanas belum bekerja maksimal, belum membuat prestasi," jelas Yerry.
Lihat Juga :