Pertamina dan Petronas Buka Peluang Duet Maut di Blok Ambalat
Senin, 03 Juli 2023 - 22:29 WIB
Pertamina dan Petronas akan melakukan kolaborasi desk study untuk Blok Ambalat. Foto/Dok
JAKARTA - Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan PT Pertamina (Persero) bersama Petronas akan melakukan kolaborasi desk study untuk mengembangkan potensi sumber daya migas yang ada di Blok Ambalat.
Baca juga: Pengumuman! Pertamina Bakal Jual BBM Baru Seharga Rp13.200 per Liter
"(Desk study) bisa dalam waktu tahun ini. Dalam beberapa bulan mungkin sudah bisa mulai," jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (3/7/2023).
Namun demikian Tutuka menuturkan bahwa desk study yang akan dilakukan Pertamina dan Petronas itu hanya menggunakan data yang dimiliki masing-masing, bukan menggunakan data survei seismik. Ia juga tidak membenarkan bahwa desk study ini dilakukan sebagai jalan tengah untuk menekan tarik-menarik perbatasan blok yang ada di Laut Sulawesi atau Selat Makassar tersebut.
"Desk study itu jadi masing-masing kan punya data, studi saja bersama dengan data yang ada. Gak ada tambahan dengan surveilah. Ya kita lihat dulu kira-kira dari situ ada atau enggak, kalau sudah ribut perbatasan ternyata engga ada (potensi migasnya) ya ngapain?" tukasnya.
Lebih lanjut Tutuka juga mengaku belum dapat memastikan bahwa Pertamina bersama perusahaan migas asal Malaysia itu akan mengambil alih Blok Ambalat. Ia hanya bilang, apabila hasil desk study ini menunjukkan kabar positif baru akan dibicarakan lebih lanjut.
Baca juga: Pengumuman! Pertamina Bakal Jual BBM Baru Seharga Rp13.200 per Liter
"(Desk study) bisa dalam waktu tahun ini. Dalam beberapa bulan mungkin sudah bisa mulai," jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (3/7/2023).
Namun demikian Tutuka menuturkan bahwa desk study yang akan dilakukan Pertamina dan Petronas itu hanya menggunakan data yang dimiliki masing-masing, bukan menggunakan data survei seismik. Ia juga tidak membenarkan bahwa desk study ini dilakukan sebagai jalan tengah untuk menekan tarik-menarik perbatasan blok yang ada di Laut Sulawesi atau Selat Makassar tersebut.
"Desk study itu jadi masing-masing kan punya data, studi saja bersama dengan data yang ada. Gak ada tambahan dengan surveilah. Ya kita lihat dulu kira-kira dari situ ada atau enggak, kalau sudah ribut perbatasan ternyata engga ada (potensi migasnya) ya ngapain?" tukasnya.
Lebih lanjut Tutuka juga mengaku belum dapat memastikan bahwa Pertamina bersama perusahaan migas asal Malaysia itu akan mengambil alih Blok Ambalat. Ia hanya bilang, apabila hasil desk study ini menunjukkan kabar positif baru akan dibicarakan lebih lanjut.
Lihat Juga :