Rusia Dihujam Sanksi Bikin Banyak Negara Pulangkan Cadangan Emasnya

Selasa, 11 Juli 2023 - 15:24 WIB
Survei menunjukkan "bagian substansial" dari bank sentral mengaku prihatin dengan preseden yang ada. Hampir 60% responden mengatakan, situasi saat ini membuat emas lebih menarik, sementara 68% menyimpan cadangan di dalam negeri dibandingkan dengan 50% pada tahun 2020.

Salah satu bank sentral, dikutip secara anonim, mengatakan: "Kami memang memilikinya (emas) yang disimpan di London ... Tapi sekarang kami telah mentransfernya kembali ke negara kami sendiri untuk disimpan sebagai aset safe haven dan menjaganya tetap aman."

Kepala lembaga Invesco, Rod Ringrow yang mengawasi laporan itu mengatakan, pandangan tersebut diyakini banyak negara secara luas. "'Jika itu emas saya, maka saya menginginkannya ada di negara saya' (telah) menjadi kaliam yang biasa kita dengar dalam setahun terakhir ini," katanya.

Diversifikasi

Kekhawatiran geopolitik, dikombinasikan dengan peluang di pasar negara berkembang, juga mendorong beberapa bank sentral untuk melakukan diversifikasi dari dolar.

Sebanyak 7% percaya kenaikan utang AS juga negatif untuk greenback, meskipun sebagian besar masih tidak melihat alternatif untuk itu sebagai mata uang cadangan dunia. Mereka melihat yuan China sebagai pesaing potensial turun menjadi 18%, dari 29% tahun lalu.

Hampir 80% dari 142 lembaga yang disurvei melihat ketegangan geopolitik sebagai risiko terbesar selama satu dekade berikutnya. Sedangkan 83% memandang inflasi sebagai kekhawatiran selama 12 bulan ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!