10 Perusahaan Pertahanan Teratas di Dunia pada Tahun 2023, No 1 Cetak Pendapatan Rp984,6 T

Rabu, 19 Juli 2023 - 16:27 WIB
Sedangkan di China, mereka umumnya dikenal sebagai China Ordinance Industries Group Corporation Limited. Perusahaan mengkhususkan diri dalam pembuatan tank dan peluru artileri, senjata api, meriam, pesawat terbang, kendaraan udara tak berawak, radar, rudal, dan roket.

4. General Dynamics Corporation (NYSE: GD)

Pendapatan 2022: USD39,4 miliar

Kontrak DoD 2022: USD21,1 miliar

General Dynamics Corporation (NYSE:GD) menjadi salah satu kontraktor pertahanan utama di dunia pada tahun 2023. Tercatat terjadi peningkatan penjualan sebesar 2,4% dan laba operasi 1,2% pada tahun 2022.

Mereka juga merupakan penerima kontrak Departemen Pertahanan (DoD) terbesar ketiga pada tahun itu. Unit bisnisnya, General Dynamics Information Technology (GDIT), memenangkan kontrak senilai USD908 juta dari DoD untuk mendukung TI dan sistem jaringan di Eropa yang dioperasikan oleh Angkatan Udara AS.

Pada Januari 2023, Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan mengirim 31 tank Abrams buatan General Dynamics Corporation (NYSE:GD) ke Ukraina untuk mengusir invasi Rusia.

3. The Boeing Company (NYSE: BA)

Pendapatan 2022: USD66,6 miliar

Kontrak DoD 2022: USD14,7 miliar

The Boeing Company (NYSE:BA) mencatat pendapatan lebih dari USD66,6 miliar pada tahun 2022 dan menerima pesanan senilai USD14,7 miliar dari DoD. Badan Pertahanan Rudal memberi Boeing kontrak senilai USD5 miliar untuk Program Pertahanan Midcourse Berbasis Darat yang bertujuan untuk mempertahankan Amerika Serikat dari rudal balistik jarak jauh dan menengah.

Di sisi lain seperti diketahui, Boeing telah menelan kerugian sejak 2019 setelah 737 Max dilarang terbang, imbas dua kecelakaan pesawat yang menewaskan 346 orang.

2. Raytheon Technologies Corporation (NYSE: RTX )

Pendapatan 2022: USD67 miliar

Kontrak DoD 2022: USD25,3 miliar

Raytheon Technologies Corporation (NYSE:RTX) adalah konglomerat kedirgantaraan dan pertahanan yang berkantor pusat di Virginia. Raytheon merupakan kontraktor pertahanan federal terbesar kedua di Amerika Serikat setelah Lockheed Martin Corporation (NYSE:LMT).

Pada tahun 2022, perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar USD67 miliar – tertinggi untuk perusahaan pertahanan Amerika-. Laba usaha Raytheon juga naik 9,2% dibandingkan tahun lalu.

1. Lockheed Martin Corporation (NYSE: LMT)

Pendapatan 2022: USD65,9 miliar

Kontrak DoD 2022: USD45,67 miliar

Lockheed Martin Corporation (NYSE:LMT) adalah kontraktor pertahanan nomor satu di dunia. Tercatat mereka mencetak pendapatan hampir USD66 miliar atau setara Rp984,6 triliun (kurs Rp14.923 per USD) pada tahun 2022, di mana lebih dari USD45 miliar (Rp681,6 triliun) yang dihasilkan dari pesanan oleh Departemen Pertahanan AS.

Lockheed Martin merupakan pabrikan jet tempur siluman generasi kelima, F-35, yang kemungkinan akan tetap menjadi landasan militer AS selama beberapa dekade mendatang. Awal tahun ini, Pentagon memberikan kontrak modifikasi senilai USD7,8 miliar kepada Lockheed Martin Corporation untuk 126 pesawat F-35, yang merupakan indikasi bahwa perusahaan tersebut juga akan tetap menjadi salah satu kontraktor pertahanan teratas di dunia pada tahun 2023.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!