Green Booster PLN Disebut Bakal Genjot Energi Terbarukan, Apa Itu?
Selasa, 28 Juli 2020 - 13:31 WIB
Energi terbarukan masih lelet belum mampu bersaing dengan energi fosil. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan berbagai langkah restrukturisasi dan refocusing program-program energi baru terbarukan (EBT) dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu dilakukan karena jika dilihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hanya sebesar 6.800 megawatt (MW) dan masih menyisakan sejumlah kekurangan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), F.X. Sutijastoto mengatakan, hal utama yang akan dilakukan adalah membangun kebijakan agar EBT pengembangannya tidak lelet dan mampu bersaing dengan energi fosil dan konvensional.
"Kita akan melakukan revisi peraturan untuk mendukung pengembangan EBT, antara lain kita akan menyelesaikan perpres harga EBT, dulu harga EBT hanya Permen sekarang diangkat perpres, dan dalam perpres disamping harga juga mendorong atau menugaskan kementerian-kementerian atau lembaga terkait untuk mendukung kebijakan Menteri ESDM," ujar Sutijastoto dalam video conference, Selasa (28/7/2020).
Baca Juga: Pengembangan Energi Terbarukan Kita Kalah Jauh dengan Vietnam
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), F.X. Sutijastoto mengatakan, hal utama yang akan dilakukan adalah membangun kebijakan agar EBT pengembangannya tidak lelet dan mampu bersaing dengan energi fosil dan konvensional.
"Kita akan melakukan revisi peraturan untuk mendukung pengembangan EBT, antara lain kita akan menyelesaikan perpres harga EBT, dulu harga EBT hanya Permen sekarang diangkat perpres, dan dalam perpres disamping harga juga mendorong atau menugaskan kementerian-kementerian atau lembaga terkait untuk mendukung kebijakan Menteri ESDM," ujar Sutijastoto dalam video conference, Selasa (28/7/2020).
Baca Juga: Pengembangan Energi Terbarukan Kita Kalah Jauh dengan Vietnam
Lihat Juga :