Krisis Keuangan Datang, Sri Mulyani: Menkeu yang Selalu Dimarahi dan Bagian Cuci Piring

Selasa, 25 Juli 2023 - 13:33 WIB
"Yang dimarahin si Menteri Keuangan, yang cuci piring. Yang lebih menonjol adalah bagaimana menyelesaikan dan itu konsekuensinya adalah masyarakat kehilangan hartanya, entah pensiun, asuransi, ada negara yang harus mengambil dana publik untuk bailout, ada pihak yang betul-betul harus menanggung kerugian yang besar, ada segelintir yang menikmati, dan disitulah letak keadilan dan ketidakadilan," jelasnya.

Baca Juga: Krisis Global Datang Usai Pandemi Berlalu, Sri Mulyani: Kita Selalu Belajar

Kalau yang salah hanya satu kantor akuntan, Sri Mulyani mengungkapkan, tentu bisa disemprit. Namun bagaimana jika salahnya masif yakni seluruh industri, akibat kesalahan dari valuasi. Inilah terang Menkeu, yang disebut dalam ekonomi sebagai bubble.

"Bubble itu kalau orang Jawa bilang plembungan. Makin besar bubble-nya, berarti balon itu menjadi makin tipis, dibutuhkan satu kali saja, kadang not even jarum, baru mau dipegang, dia meledak. Karena dia makin tipis," ungkap Sri Mulyani.

Pada saat bubble terjadi, Sri menyebut semua pihak senang seakan asetnya naik, wealth-nya naik, kekayaannya naik, balancingnya kayaknya bagus. Padahal neracanya kalau dilihat asetnya menggelembung banyak, liabilitasnya sepertinya diperkecil. Ekuitasnya seolah besar sekali dan nampak sehat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!