Rubel Keok Ditekuk USD, Kebijakan Moneter Bank Rusia Jadi Sorotan
Senin, 14 Agustus 2023 - 17:03 WIB
Terlepas dari depresiasi tajam tersebut, penasihat ekonomi Presiden Vladimir Putin Maksim Oreshkin meyakini rubel akan kembali stabil. "Nilai tukar saat ini telah menyimpang secara signifikan dari level fundamental, dan normalisasi diharapkan terjadi dalam waktu dekat," kata Oreshkin seperti dilansir RT.com, Senin (14/8/2023).
Baca Juga: Lawan Sanksi Eropa, Rusia Luncurkan Rubel Digital
Dia menambahkan, pelemahan rubel telah memperumit transformasi struktural ekonomi dan berdampak negatif pada pendapatan riil penduduk. Oreshkin mengingatkan, adalah kepentingan ekonomi Rusia untuk memiliki rubel yang kuat.
Bank Rusia dan Kementerian Keuangan sebelumnya menyalahkan penurunan rubel pada perubahan neraca perdagangan. Sementara, Oreshkin menilai penurunan tersebut terjadi karena kebijakan moneter regulator. "Bank sentral memiliki semua alat untuk menormalkan situasi dalam waktu dekat dan memastikan suku bunga pinjaman diturunkan ke tingkat yang berkelanjutan," tandasnya.
Baca Juga: Lawan Sanksi Eropa, Rusia Luncurkan Rubel Digital
Dia menambahkan, pelemahan rubel telah memperumit transformasi struktural ekonomi dan berdampak negatif pada pendapatan riil penduduk. Oreshkin mengingatkan, adalah kepentingan ekonomi Rusia untuk memiliki rubel yang kuat.
Bank Rusia dan Kementerian Keuangan sebelumnya menyalahkan penurunan rubel pada perubahan neraca perdagangan. Sementara, Oreshkin menilai penurunan tersebut terjadi karena kebijakan moneter regulator. "Bank sentral memiliki semua alat untuk menormalkan situasi dalam waktu dekat dan memastikan suku bunga pinjaman diturunkan ke tingkat yang berkelanjutan," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :