5 CEO yang Dibayar Fantastis di Amerika, Juaranya Orang India Kantongi Rp3,37 Triliun

Senin, 21 Agustus 2023 - 12:33 WIB
Pria yang dilahirkan pada 10 Juni 1972 di Madurai, Tamil Nadu, India, ini meraih gelar sarjananya dari Indian Institute of Technology Kharagpur. Ibunya, Lakshmi, adalah seorang stenografer dan ayahnya, Regunatha Pichai, adalah seorang insinyur listrik di GEC.

2. Barry McCarthy

Bos Peloton Interactive, perusahaan peralatan olahraga, ini menerima bayaran USD168 juta atau Rp2,52 triliun. Pria kelahiran tahun 1953 di San Francisco ini mengenyam pendidikan di Williams College dan Wharton Business School.

Barry memulai kariernya sebagai CEO di perusahaan perangkat lunak musik Music Choice pada tahun 1993. Dia bekerja di industri tersebut selama lebih dari enam tahun dan kemudian keluar untuk bergabung Spotify dan Netflix sebagai CFO.

3. George Kurtz

CEO CrowdStrike Holdings--perusahaan teknologi keamanan siber Amerika yang berbasis di Austin, Texas-- ini menerima penghasilan USD147 juta atau Rp2,2 triliun di 2022. George Kurtz yang lahir pada 5 Mei 1965 merupakan salah satu pendiri CrowdStrike. Dia juga merupakan seorang pembalap Amerika. Kurtz dibesarkan di Parsippany-Troy Hills, New Jersey, dan bersekolah di Parsippany High School. Dia mengaku mulai memprogram video game ketika duduk di kelas empat.

4. Safra Catz

Safra menjadi perempuan CEO yang memiliki gaji dan penghasilan terbesar di Amerika. Menjadi bos Oracle Corporation, perusahaan teknologi komputer multinasional, Safra Catz menerima penghargaan Rp2,2 triliun di 2022, atau sama dengan George Kurtz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!