Sangkal Sanksi ke Moskow Tak Berhasil, UE: Ekonomi Rusia Menuju Isolasi
Selasa, 29 Agustus 2023 - 12:15 WIB
"Dalam setahun, (sanksi) telah membatasi pilihan Moskow secara signifikan, menyebabkan tekanan keuangan, memotong akses negara dari pasar-pasar utama dan secara signifikan menurunkan kapasitas industri dan teknologi Rusia," kata Borrell.
Sambung dia menambahkan, bahwa "degradasi teknologi" Rusia dan keluarnya perusahaan asing, beberapa di antaranya membuat negara itu tertekan di bawah sanksi. Pada akhirnya Ia menyakini "akan menghambat investasi dan pertumbuhan produktivitas selama bertahun-tahun."
"Dan prospek untuk 2023 tetap suram. Menurut laporan OECD terbaru, PDB Rusia diperkirakan akan menyusut hingga 2,5%... Singkatnya: Keputusan Rusia untuk menyerang Ukraina jelas telah mendorong ekonomi Rusia menuju isolasi dan penurunan," ungkapnya.
Sementara itu baik data ekonomi maupun proyeksi para ahli melukiskan gambaran yang berbeda. Terlepas dari sanksi, perdagangan justru telah meningkat, baik di sektor energi maupun non-energi karena upaya sukses Moskow untuk melakukan reorientasi pasar dari Barat ke Timur.
Misalnya, menurut data dari Bea Cukai China pada akhir 2022, Rusia menjadi negara Eropa teratas dalam urusan ekspor ke China. Lalu keempat dalam hal impor, dan kedua untuk omset perdagangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia juga telah menjadi pengekspor minyak terbesar ke China dan India.
Sementara menurut laporan Bank Dunia baru-baru ini, Rusia bergerak maju ke posisi lima ekonomi terbesar dunia pada tahun 2022 berdasarkan paritas daya beli, melampaui ekonomi terbesar UE, Jerman.
Baik Bank Dunia dan IMF baru-baru ini menaikkan proyeksi mereka untuk ekonomi Rusia. Dimana mengatakan, PDB Rusia akan terus tumbuh di tengah perdagangan yang kuat dan produksi industri, serta pendapatan energi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Sambung dia menambahkan, bahwa "degradasi teknologi" Rusia dan keluarnya perusahaan asing, beberapa di antaranya membuat negara itu tertekan di bawah sanksi. Pada akhirnya Ia menyakini "akan menghambat investasi dan pertumbuhan produktivitas selama bertahun-tahun."
"Dan prospek untuk 2023 tetap suram. Menurut laporan OECD terbaru, PDB Rusia diperkirakan akan menyusut hingga 2,5%... Singkatnya: Keputusan Rusia untuk menyerang Ukraina jelas telah mendorong ekonomi Rusia menuju isolasi dan penurunan," ungkapnya.
Sementara itu baik data ekonomi maupun proyeksi para ahli melukiskan gambaran yang berbeda. Terlepas dari sanksi, perdagangan justru telah meningkat, baik di sektor energi maupun non-energi karena upaya sukses Moskow untuk melakukan reorientasi pasar dari Barat ke Timur.
Misalnya, menurut data dari Bea Cukai China pada akhir 2022, Rusia menjadi negara Eropa teratas dalam urusan ekspor ke China. Lalu keempat dalam hal impor, dan kedua untuk omset perdagangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia juga telah menjadi pengekspor minyak terbesar ke China dan India.
Sementara menurut laporan Bank Dunia baru-baru ini, Rusia bergerak maju ke posisi lima ekonomi terbesar dunia pada tahun 2022 berdasarkan paritas daya beli, melampaui ekonomi terbesar UE, Jerman.
Baik Bank Dunia dan IMF baru-baru ini menaikkan proyeksi mereka untuk ekonomi Rusia. Dimana mengatakan, PDB Rusia akan terus tumbuh di tengah perdagangan yang kuat dan produksi industri, serta pendapatan energi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Lihat Juga :