Pandemi Bikin Kinerja Emiten Sarung Tangan Bertepuk Tangan
Jum'at, 31 Juli 2020 - 13:10 WIB
Tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR sebesar 10% sampai 12%. NAh saat pandemi telah permintaan mengalami peningkatan hingga 16%, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi yang tersedia.
Menghadapi lonjakan permintaan itu, MARK kemudian meningkatkan kapasitas produksi menjadi 780 ribu unit per bulan di kuartal III 2020. Saat ini kapasitas perseroan sebesar 700.000 unit per bulan.
Tak ayal, melonjaknya permintaan sarung tangan membuat kinerja MARK bertepuk tangan. Mark membukukan penjualan sebesar Rp192,63 miliar pada kuartal II tahun, meningkat 9,57% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp175,80 miliar.
Alhasil, perseroan mampu meningkatkan laba bersih sebesar Rp51,72 miliar pada kuartal II. Capaian itu melonjak sebesar 14,65% jika dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu yang sebesar Rp45,11 miliar.
“Pencapaian laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi perseroan sepanjang kuartal II tahun 2020 di tengah Pandemi,” kata Ridwan.
Menghadapi lonjakan permintaan itu, MARK kemudian meningkatkan kapasitas produksi menjadi 780 ribu unit per bulan di kuartal III 2020. Saat ini kapasitas perseroan sebesar 700.000 unit per bulan.
Tak ayal, melonjaknya permintaan sarung tangan membuat kinerja MARK bertepuk tangan. Mark membukukan penjualan sebesar Rp192,63 miliar pada kuartal II tahun, meningkat 9,57% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp175,80 miliar.
Alhasil, perseroan mampu meningkatkan laba bersih sebesar Rp51,72 miliar pada kuartal II. Capaian itu melonjak sebesar 14,65% jika dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu yang sebesar Rp45,11 miliar.
“Pencapaian laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi perseroan sepanjang kuartal II tahun 2020 di tengah Pandemi,” kata Ridwan.
(uka)
Lihat Juga :