Ekonom: Laju Dedolarisasi Meningkat 10 Kali Lipat Sejak Konflik Ukraina

Jum'at, 15 September 2023 - 11:16 WIB
Dia berpendapat hal itu dipicu keputusan Washington yang membekukan cadangan dolar Rusia setelah negara itu meluncurkan operasi militer terhadap tetangganya, Ukraina, Februari tahun lalu. "Keputusan itu memicu ketakutan dan kecemasan di Beijing, dan juga di negara-negara berkembang lainnya," jelas dia.

Baca Juga: 4 Bukti Kegagalan Sanksi Barat bagi Rusia, Oligarki Tetap Kaya Raya dan Dukungan bagi Putin Sangat Solid

Dia menambahkan, menyimpan cadangan devisa dalam dolar AS sebelumnya selalu dianggap benar-benar aman hingga adanya langkah drastis tersebut. Hal itu, kata Jen, lantas membuat negara-negara BRICS semakin fokus pada penggunaan mata uang alternatif selain dolar AS.

Sementara, imbuh ekonom tersebut, sejak BRICS – yang saat ini terdiri dari Rusia, Brasil, India, China, dan Afrika Selatan, dan akan menambah 6 anggota baru pada tahun depan dengan masuknya Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Argentina, Mesir, dan Ethiopia, kekuatan ekonomi dari serikat tersebut menjadi berlipat ganda.

"Dengan mempertimbangkan daya beli, negara-negara BRICS saat ini menyumbang 32% dari output perekonomian global, dibandingkan dengan 30% yang dicakup oleh negara-negara G7," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!