PLN Libatkan Masyarakat untuk Kembangkan Ekosistem Biomassa
Minggu, 24 September 2023 - 09:14 WIB
Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko mengatakan, strategi pemenuhan volume pasokan biomassa saat ini memang mengoptimalkan sumber daya setempat dan keterlibatan masyarakat. Hal ini, jelas dia, untuk menggali besarnya potensi biomassa Indonesia yang mencapai 500 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah. Sementara, target pasokan biomassa PLN EPI baru sekitar 10,2 juta ton per tahun pada 2025.
Baca Juga: Rusia dan China Dicurigai Memiliki Senjata yang Lebih Mematikan dari Bom Nuklir
"Jadi pemberdayaan masyarakat itu suatu keharusan. Bahkan kita tidak menyebutnya pemberdayaan masyarakat tapi memang keterlibatan masyarakat. Kita menjadikan masyarakat bukan hanya sebagai pengguna energi, tapi juga sebagai produsen energi, dan pengelola energi. Mereka menjadi mitra utama kami untuk biomassa," tuturnya.
Aris menyebutkan, pengembangan biomassa untuk co-firing PLTU terbukti mampu menyerap tenaga kerja masyarakat baik wilayah sekitar pembangkit maupun kaum marginal di berbagai daerah. Untuk 1 ton biomassa, tercatat mampu menyerap sekitar 10 orang tenaga kerja.
"Contoh di Aceh kami menggerakkan masyarakat lokal, kebanyakan yang direkrut adalah warga dan petani lokal setempat, lalu di Lampung dari petani-petani karet itu yang mengumpulkan biomassa, termasuk bonggol jagung untuk di Sumbawa, di Jawa Barat itu adalah sekam, di Kupang itu per bulan 100 ton mampu menyerap 530 orang mulai dari pengumpulan, pemrosesan, transportasi, loading on loading," papar Aris.
Baca Juga: Rusia dan China Dicurigai Memiliki Senjata yang Lebih Mematikan dari Bom Nuklir
"Jadi pemberdayaan masyarakat itu suatu keharusan. Bahkan kita tidak menyebutnya pemberdayaan masyarakat tapi memang keterlibatan masyarakat. Kita menjadikan masyarakat bukan hanya sebagai pengguna energi, tapi juga sebagai produsen energi, dan pengelola energi. Mereka menjadi mitra utama kami untuk biomassa," tuturnya.
Aris menyebutkan, pengembangan biomassa untuk co-firing PLTU terbukti mampu menyerap tenaga kerja masyarakat baik wilayah sekitar pembangkit maupun kaum marginal di berbagai daerah. Untuk 1 ton biomassa, tercatat mampu menyerap sekitar 10 orang tenaga kerja.
"Contoh di Aceh kami menggerakkan masyarakat lokal, kebanyakan yang direkrut adalah warga dan petani lokal setempat, lalu di Lampung dari petani-petani karet itu yang mengumpulkan biomassa, termasuk bonggol jagung untuk di Sumbawa, di Jawa Barat itu adalah sekam, di Kupang itu per bulan 100 ton mampu menyerap 530 orang mulai dari pengumpulan, pemrosesan, transportasi, loading on loading," papar Aris.
(fjo)
Lihat Juga :