Ganjar Pranowo Siap Lanjutkan Program Hilirisasi Warisan Jokowi
Rabu, 04 Oktober 2023 - 16:16 WIB
Perlu diketahui bahwa hilirisasi membawa berbagai manfaat bagi Indonesia. Pertama, hilirisasi membantu mengubah sumber daya alam dan bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Ini berarti bahwa Indonesia dapat menghasilkan barang jadi yang lebih bernilai daripada hanya mengekspor bahan mentah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi.
Kedua, melalui hilirisasi, Indonesia dapat beralih dari ketergantungan pada sektor ekonomi tunggal atau terbatas. Dengan mengembangkan berbagai sektor industri, negara ini menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi pasar global dan gejolak ekonomi.
Ketiga, hilirisasi industri cenderung menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, baik dalam sektor manufaktur itu sendiri maupun dalam sektor-sektor pendukung seperti logistik, distribusi, dan layanan terkait. Keempat, hilirisasi industri dapat membantu Indonesia menjadi lebih berdaya saing di pasar global dengan memungkinkan akses lebih besar ke pasar internasional, serta meningkatkan citra dan reputasi negara sebagai produsen barang berkualitas.
Kelima, dengan menghasilkan lebih banyak produk di dalam negeri melalui hilirisasi industri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada impor, yang pada gilirannya dapat mengurangi tekanan pada neraca perdagangan. Bagi Ganjar, manfaat-manfaat tersebut dapat diteruskan oleh dirinya apabila menjadi Presiden Indonesia tahun 2024 nanti.
Hilirisasi Industri di Era Presiden Jokowi
Hilirisasi industri di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah membawa dampak positif yang signifikan di berbagai sektor, termasuk pertambangan dan perkebunan. Sebagai contoh, Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah telah berhasil mengubah nikel ore menjadi stainless steel. Harga nikel ore yang awalnya hanya sekitar USD 40-60 per ton, meningkat secara signifikan ketika menjadi stainless steel, mencapai lebih dari USD 2000 per ton.
Kedua, melalui hilirisasi, Indonesia dapat beralih dari ketergantungan pada sektor ekonomi tunggal atau terbatas. Dengan mengembangkan berbagai sektor industri, negara ini menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi pasar global dan gejolak ekonomi.
Ketiga, hilirisasi industri cenderung menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, baik dalam sektor manufaktur itu sendiri maupun dalam sektor-sektor pendukung seperti logistik, distribusi, dan layanan terkait. Keempat, hilirisasi industri dapat membantu Indonesia menjadi lebih berdaya saing di pasar global dengan memungkinkan akses lebih besar ke pasar internasional, serta meningkatkan citra dan reputasi negara sebagai produsen barang berkualitas.
Kelima, dengan menghasilkan lebih banyak produk di dalam negeri melalui hilirisasi industri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada impor, yang pada gilirannya dapat mengurangi tekanan pada neraca perdagangan. Bagi Ganjar, manfaat-manfaat tersebut dapat diteruskan oleh dirinya apabila menjadi Presiden Indonesia tahun 2024 nanti.
Hilirisasi Industri di Era Presiden Jokowi
Hilirisasi industri di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah membawa dampak positif yang signifikan di berbagai sektor, termasuk pertambangan dan perkebunan. Sebagai contoh, Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah telah berhasil mengubah nikel ore menjadi stainless steel. Harga nikel ore yang awalnya hanya sekitar USD 40-60 per ton, meningkat secara signifikan ketika menjadi stainless steel, mencapai lebih dari USD 2000 per ton.
Lihat Juga :