Sri Mulyani Sentil Orang Indonesia Saat Rupiah Hampir Rp16 Ribu: Sukanya Melihat Nominal
Rabu, 25 Oktober 2023 - 17:09 WIB
"Secara relatif, dolar AS yang menguat, sehingga banyak mata uang yang terdepresiasi, bahkan mata uang negara-negara tetangga pun juga ikut melemah," sambung Menkeu.
Portofolio outflow terutama sejak September, disebabkan meningkatnya dinamika pasar global seiring meningkatnya ekspektasi higher for longer dan meluasnya konflik geopolitik. "Meskipun secara ytd masih inflow Rp43,6 triliun, karena ada SBN inflow Rp50,5 triliun dan saham outflow Rp6,9 triliun," kata Sri.
Baca Juga: Rupiah Ambruk Nyaris Tembus Rp16.000, Menperin: Untungkan Eksportir
Terjadi outflow pada bulan September dan Oktober, masing-masing adalah SBN sebesar Rp23,3 triliun dan Rp10,3 triliun, kemudian saham masing-masing Rp4,1 triliun dan Rp1,7 triliun.
Dia pun mengaku bahwa pasar SBN tertekan, dimana yield SUN 10y naik dari 6,38% dan per 31 Agustus menjadi 6,91% pada 29 September, lalu 7,24% pada 24 Oktober.
Portofolio outflow terutama sejak September, disebabkan meningkatnya dinamika pasar global seiring meningkatnya ekspektasi higher for longer dan meluasnya konflik geopolitik. "Meskipun secara ytd masih inflow Rp43,6 triliun, karena ada SBN inflow Rp50,5 triliun dan saham outflow Rp6,9 triliun," kata Sri.
Baca Juga: Rupiah Ambruk Nyaris Tembus Rp16.000, Menperin: Untungkan Eksportir
Terjadi outflow pada bulan September dan Oktober, masing-masing adalah SBN sebesar Rp23,3 triliun dan Rp10,3 triliun, kemudian saham masing-masing Rp4,1 triliun dan Rp1,7 triliun.
Dia pun mengaku bahwa pasar SBN tertekan, dimana yield SUN 10y naik dari 6,38% dan per 31 Agustus menjadi 6,91% pada 29 September, lalu 7,24% pada 24 Oktober.
(akr)
Lihat Juga :