Rice Cooker Gratis Bakal Dibagikan November, Intip Nih Kriteria Penerimanya
Senin, 30 Oktober 2023 - 12:17 WIB
Kemudian, pada Pasal 4 Ayat 1 dijelaskan, untuk data calon penerima AML, PLN dan PLN Batam menyampaikan data calon penerima AML yang memenuhi kriteria kepada menteri melalui direktur jenderal paling lambat tanggal 31 Oktober untuk pelaksanaan penyediaan AML tahun berikutnya.
"Untuk pertama kali, data calon penerima AML yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a disampaikan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak Peraturan Menteri ini diundangkan," bunyi Pasal 4 Ayat 2.
Data calon penerima AML yang dimaksud yakni terdiri atas nama calon penerima AML, nomor induk kependudukan, nomor identitas pelanggan PT PLN (Persero) atau PT PLN Batam, dan alamat calon penerima AML yang mencantumkan nama desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
Pemberian rice cooker gratis itu sejatinya banyak mendapat sorotan dari sejumlah kalangan karena manfaatnya yang dinilai kurang tepat. Bahkan, malah dianggap membebani penerima.
"Ini sebuah langkah pemborosan. Dari sisi RT (rumah tangga penerima), mereka sebenernya masyarakat miskin terbiasa memasak menggunakan LPG 3 kg. Terus ketika didorong untuk pindah ke rice cooker, timbul pertanyaan, yaitu alat masak yang ada berarti tidak terpakai karena ada rice cooker?" kata Bhima Yudhistira, ekonom Celios, beberapa waktu lalu.
"Untuk pertama kali, data calon penerima AML yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a disampaikan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak Peraturan Menteri ini diundangkan," bunyi Pasal 4 Ayat 2.
Data calon penerima AML yang dimaksud yakni terdiri atas nama calon penerima AML, nomor induk kependudukan, nomor identitas pelanggan PT PLN (Persero) atau PT PLN Batam, dan alamat calon penerima AML yang mencantumkan nama desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
Pemberian rice cooker gratis itu sejatinya banyak mendapat sorotan dari sejumlah kalangan karena manfaatnya yang dinilai kurang tepat. Bahkan, malah dianggap membebani penerima.
"Ini sebuah langkah pemborosan. Dari sisi RT (rumah tangga penerima), mereka sebenernya masyarakat miskin terbiasa memasak menggunakan LPG 3 kg. Terus ketika didorong untuk pindah ke rice cooker, timbul pertanyaan, yaitu alat masak yang ada berarti tidak terpakai karena ada rice cooker?" kata Bhima Yudhistira, ekonom Celios, beberapa waktu lalu.
Lihat Juga :