Bikin Heboh, Miliarder Ini Minta Anak Muda India Bekerja 12 Jam Sehari

Sabtu, 04 November 2023 - 19:56 WIB
Dikatakan juga olehnya, kecuali India meningkatkan produktivitas kerjanya, mengurangi korupsi di pemerintahan, dan mengurangi lambatnya birokrasi dalam membuat keputusan, India tidak akan mampu bersaing dengan negara-negara yang telah membuat "kemajuan luar biasa," kata Murthy.

"Ini adalah pertama kalinya India menerima rasa hormat," klaim pendiri Infosys, sekaligus menambahkan, bahwa sekaranglah saatnya "untuk mengkonsolidasikan dan mempercepat kemajuan."

Komentar Murthy yang menurut Forbes memiliki kekayaan bersih USD4.3 miliar itu lantas memicu perdebatan di media sosial, yang menyoroti perbedaan mencolok dalam harapan tenaga kerja muda negara itu dan para pemimpin perusahaan yang telah menyaksikan kemunculan India sebagai pemain global yang kuat, terutama di sektor-sektor seperti pengembangan TI dan outsourcing proses bisnis.

Sementara beberapa pemimpin bisnis menyatakan dukungan terhadap pandangan Murthy. Namun banyak juga yang melayangkan kritik, meningkatkan kekhawatiran tentang perbedaan dalam pendapatan dan keseimbangan kehidupan kerja.

"Miliarder setuju untuk memiliki tenaga kerja murah dan jam kerja yang panjang (dengan kata lain, budak murah)! Mereka mungkin berdoa agar pasar kerja yang lebih buruk sepert ini tidak menjadi kenyataan," tulis Amitranjan Gantait dalam postingannya di X (Twitter).

"Pengangguran kaum muda di India mencapai 45%. Mungkin, kita bisa mempekerjakan 2 pekerja yang bekerja 40 jam seminggu?," tulis SL Kanthan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!