Pernah Punya Valuasi Rp705 Triliun, WeWork Kini Bangkrut
Selasa, 07 November 2023 - 11:40 WIB
WeWork telah mengalami salah satu keruntuhan perusahaan paling spektakuler dalam sejarah AS selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, WeWork memiliki sebesar USD47 miliar dalam putaran yang dipimpin oleh SoftBank milik Masayoshi Son, perusahaan tersebut mencoba dan gagal untuk go public lima tahun lalu.
Keruntuhannya dimulai saat pandemi dimana banyak perusahaan tiba-tiba mengakhiri sewa mereka, dan kemerosotan ekonomi yang terjadi setelahnya menyebabkan semakin banyak klien yang menutup usahanya. Hal ini diungkapkan perusahaan dalam pengajuan peraturan pada bulan Agustus bahwa kebangkrutan dapat menjadi perhatian.
WeWork memulai debutnya melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus pada tahun 2021 tetapi sejak itu kehilangan sekitar 98% nilainya. Perusahaan ini pada pertengahan Agustus mengumumkan pemecahan saham terbalik (reverse stock split) 1 banding 40 agar sahamnya diperdagangkan kembali di atas USD1, sebuah persyaratan untuk mempertahankan pencatatannya di Bursa Efek New York.
Saham WeWork telah jatuh ke level terendah sekitar 10 sen dan diperdagangkan pada sekitar 83 sen sebelum saham tersebut dihentikan pada Senin lalu.
Baca Juga: Israel Tuduh RS Indonesia Jadi Tempat Sembunyi Hamas, Ini Bantahan Kemlu
Keruntuhannya dimulai saat pandemi dimana banyak perusahaan tiba-tiba mengakhiri sewa mereka, dan kemerosotan ekonomi yang terjadi setelahnya menyebabkan semakin banyak klien yang menutup usahanya. Hal ini diungkapkan perusahaan dalam pengajuan peraturan pada bulan Agustus bahwa kebangkrutan dapat menjadi perhatian.
WeWork memulai debutnya melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus pada tahun 2021 tetapi sejak itu kehilangan sekitar 98% nilainya. Perusahaan ini pada pertengahan Agustus mengumumkan pemecahan saham terbalik (reverse stock split) 1 banding 40 agar sahamnya diperdagangkan kembali di atas USD1, sebuah persyaratan untuk mempertahankan pencatatannya di Bursa Efek New York.
Saham WeWork telah jatuh ke level terendah sekitar 10 sen dan diperdagangkan pada sekitar 83 sen sebelum saham tersebut dihentikan pada Senin lalu.
Baca Juga: Israel Tuduh RS Indonesia Jadi Tempat Sembunyi Hamas, Ini Bantahan Kemlu
Lihat Juga :