Penerimaan Bea Cukai Turun 13,6%, Jadi Rp220,8 Triliun per Oktober
Jum'at, 24 November 2023 - 19:10 WIB
Bendahara Negara mengungkapkan, penerimaan bea masuk pada Oktober 2023 menunjukan kenaikan 1,8% meskipun ada penurunan kinerja impor cukup dalam yaitu 7,8 persen, Katanya hal itu disebabkan oleh kurs dolar yang menguat dan tarif efektif yang masih sedikit naik sebesar 1,4%.
Kemudian untuk penerimaan bea keluar per Oktober 2023 turun 74,4% disebabkan oleh peneruunan harga komoditas ekspor utama Indonesia seperti sawit, tembaga dan bauksit.
Baca Juga: Belanja Membengkak, APBN Tekor Rp700 Miliar di Oktober 2023
Selanjutnya, penerimaan dari cukai hasil tembakau per Oktober 2023 juga turun 4,3% dipengaruhi oleh adanya penurunan produksi rokok. Penerimaan cukai per Oktober 2023 ini mencapai 69,2% dari target tahun ini.
"Sementara itu, cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) mencapai Rp 6,3 triliun atau 72,9% dari target APBN. Menurut Sri Mulyani, penerimaan cukai MMEA sampai Oktober ini tumbuh 0,6%, didorong peningkatan produksi yang tumbuh 0,4%," jelasnya.
Kemudian untuk penerimaan bea keluar per Oktober 2023 turun 74,4% disebabkan oleh peneruunan harga komoditas ekspor utama Indonesia seperti sawit, tembaga dan bauksit.
Baca Juga: Belanja Membengkak, APBN Tekor Rp700 Miliar di Oktober 2023
Selanjutnya, penerimaan dari cukai hasil tembakau per Oktober 2023 juga turun 4,3% dipengaruhi oleh adanya penurunan produksi rokok. Penerimaan cukai per Oktober 2023 ini mencapai 69,2% dari target tahun ini.
"Sementara itu, cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) mencapai Rp 6,3 triliun atau 72,9% dari target APBN. Menurut Sri Mulyani, penerimaan cukai MMEA sampai Oktober ini tumbuh 0,6%, didorong peningkatan produksi yang tumbuh 0,4%," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :