Tak Kuat Diboikot, Starbucks dan H&M Dilaporkan Bakal Tutup Gerai di Maroko

Minggu, 03 Desember 2023 - 19:12 WIB
Baca Juga: Wapres Tegaskan Fatwa MUI Boikot Produk Israel untuk Mendukung Palestina

Starbucks memiliki 18 lokasi di Maroko, sementara H&M sejauh ini baru membuka empat toko di negara Afrika Utara. Dimiliki anak perusahaan dari raksasa waralaba Kuwait Al Shaya, kedua merek tersebut menanggung beban terbesar dari kampanye boikot yang menargetkan merek-merek dan toko-toko Barat yang dituding mendukung perang Israel di Gaza.

Toko waralaba Al Shaya di Afrika Utara mengalami kesulitan sejak pandemi. Pada bulan Desember 2022, grup ini menurunkan modalnya dari 142 juta dirham (sekitar USD15 juta) menjadi 65 juta dirham (USD7 juta). Toko yang disponsori Al Shaya, seperti Pinkberry, Mothercare, Next, dan Payless, sebelumnya telah meninggalkan pasar Maroko karena kinerja yang buruk.

Melalui media sosial, sejumlah warga Maroko merayakan berita tersebut sebagai kemenangan kampanye boikot pro-Palestina. Pada saat yang sama, pihak lain mempertanyakan masa depan ribuan pekerja yang akan diberhentikan jika benar-benar terjadi penutupan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!