Permintaan Batu Bara Dunia Diprediksi Lampaui 8,5 Miliar Ton Tahun Ini

Sabtu, 16 Desember 2023 - 22:25 WIB
Namun, mulai tahun depan, penggunaan batu bara diperkirakan akan menurun, terutama di negara-negara maju, di tengah perluasan kapasitas energi terbarukan. Meningkatnya penggunaan energi terbarukan diperkirakan akan terjadi terutama di China, yang saat ini menyumbang lebih dari setengah permintaan batu bara global.

Baca Juga: Mantan Analis CIA: Perang Gaza Segera Berakhir jika AS Hentikan Bantuan Militer ke Israel

Pada tahun 2026, IEA memperkirakan permintaan batu bara global akan turun sebesar 2,3% dibandingkan dengan tingkat pada tahun 2023. Secara keseluruhan, badan tersebut memperkirakan bahwa peralihan penggunaan batu bara kali ini akan lebih signifikan dan bertahan lama dibandingkan periode-periode sebelumnya.

"Kami telah melihat penurunan permintaan batu bara global beberapa kali, namun penurunan tersebut hanya berlangsung singkat dan disebabkan oleh peristiwa luar biasa seperti runtuhnya Uni Soviet atau krisis Covid-19. Kali ini tampak berbeda, karena penurunannya lebih bersifat struktural, didorong oleh perluasan teknologi energi ramah lingkungan yang besar dan berkelanjutan," kata Direktur Pasar dan Keamanan Energi IEA Keisuke Sadamori, seperti dilansir Russia Today, Sabtu (16/12/2023).

Analis tersebut mencatat, meskipun upaya signifikan masih diperlukan untuk memenuhi target iklim internasional, titik balik bagi batu bara jelas sudah di depan mata.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!