Cadangan Emas Rusia Sentuh Rekor Baru, Nilainya Tembus Rp2.332 Triliun
Minggu, 17 Desember 2023 - 11:10 WIB
Baca Juga: Daftar 20 Negara dengan Cadangan Emas Terbanyak, RI Masuk Nggak?
Seperti diketahui sekitar setengah dari cadangan devisa Rusia yang disimpan di luar negeri telah dibekukan oleh bank sentral Barat pada Maret 2022 sebagai bagian dari sanksi Barat atas konflik Ukraina. Aset yang tersisa terdiri dari emas dan mata uang asing, termasuk yuan China, disimpan di dalam negeri.
Sementara itu negara-negara Barat saat ini sedang mengerjakan mekanisme hukum yang memungkinkan penyitaan aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina.
Awal tahun ini, laporan media muncul bahwa semakin banyak negara mulai memulangkan cadangan emas di tengah sanksi yang dikenakan pada Rusia. Hampir 60% responden dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan investasi Invesco mengatakan pembekuan hampir setengah dari cadangan devisa Rusia telah membuat emas lebih menarik.
Sementara itu, pangsa bank sentral dan dana kekayaan negara yang memilih untuk menyimpan cadangan di negara mereka sebesar 68% dibandingkan dengan 50% pada tahun 2020.
Seperti diketahui sekitar setengah dari cadangan devisa Rusia yang disimpan di luar negeri telah dibekukan oleh bank sentral Barat pada Maret 2022 sebagai bagian dari sanksi Barat atas konflik Ukraina. Aset yang tersisa terdiri dari emas dan mata uang asing, termasuk yuan China, disimpan di dalam negeri.
Sementara itu negara-negara Barat saat ini sedang mengerjakan mekanisme hukum yang memungkinkan penyitaan aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina.
Awal tahun ini, laporan media muncul bahwa semakin banyak negara mulai memulangkan cadangan emas di tengah sanksi yang dikenakan pada Rusia. Hampir 60% responden dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan investasi Invesco mengatakan pembekuan hampir setengah dari cadangan devisa Rusia telah membuat emas lebih menarik.
Sementara itu, pangsa bank sentral dan dana kekayaan negara yang memilih untuk menyimpan cadangan di negara mereka sebesar 68% dibandingkan dengan 50% pada tahun 2020.
(akr)
Lihat Juga :