Belanja Pemerintah Seret Bikin Ekonomi RI Kontraksi, Pengamat Ungkap Masalahnya

Rabu, 20 Desember 2023 - 12:12 WIB
Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan pajak hingga 12 Desember 2023 lalu tembus Rp1.739,84 triliun atau sudah melampaui target Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2023 sebesar Rp1.718,03 triliun. Rinciannya penerimaan pajak ini terdiri dari PPh non migas sebesar Rp951,83 triliun, atau 108,95% dari target. Angka ini tumbuh 6,72% dibandingkan tahun 2022.

Pendapatan negara mencapai Rp2.553,2 triliun atau sudah melebihi target APBN awal, terealisasi 96,8% dari target revisi, dan tumbuh 4,1% yoy. Realisasi pendapatan negara 103,66% dari target APBN dan diperkirakan dapat mencapai target Perpres 75/2023 di akhir tahun.

Meski demikian, Yose Rizal Damuri menilai belanja pemerintah kurang optimal meski pendapatan negara pada tahun ini mengalami peningkatan 6,72% dibandingkan dengan tahun 2022.

Yose menjelaskan, hal tersebut dapat terlihat dari defisit yang diumumkan pada 12 Desember lalu hanya sebesar Rp35 triliun. Sehingga menurutnya Pemerintah masih menahan untuk membelanjakan APBN untuk mendorong perekonomian nasional.

"Defisit hanya kecil sekali, artinya ini hanya kurang dari 0,2% dari PDB, padahal target itu dibawah 2,3%, jadi banyak sekali permasalahan yang perlu dilihat," ujar Yose.

Dari sisi belanja negara, realisasinya mencapai Rp2.588,2 triliun atau terealisasi 83% dari target revisi. Diterangkan oleh Kemenkeu, kontraksi 4,1% (yoy) karena adanya penurunan subsidi BBM seiring penurunan harga komoditas minyak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!