Mengurai Kesiapan Penyediaan Pupuk Subsidi dan Tantangan Distribusi

Kamis, 21 Desember 2023 - 14:45 WIB
"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang penting agar ketahanan pangan nasional kita menjadi kuat dan siap menghadapi tantangan pangan global," tutur Akbar.

Baca Juga: Aturan Pupuk Subsidi Direvisi, Petani Bisa Tebus Hanya Bawa KTP

Akbar menyatakan, beberapa poin masukan untuk perbaikan distribusi pupuk bersubsidi. Ia menegaskan, pemerintah perlu melakukan peninjauan kembali alokasi subsidi pupuk dan perbaikan data calon penerima dan calon lokasi (CPCL) sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

"Juga peningkatan efisiensi, kapabilitas dan skala ekonomi gudang dan kios pengecer pupuk bersubsidi dan perbaikan teknis produksi pupuk agar pupuk yang memiliki volume tinggi tidak cepat menggumpal/mengeras untuk menurunkan risiko dan biaya distribusi dan penyimpanan," jelas Akbar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengatakan, problem distribusi pupuk bersubsidi turut mengakibatkan penurunan jumlah petani di Jateng. Menurut Kepala Dinas Pangan Jateng, Supriyanto, jumlah petani di Jateng turun sebanyak 2,5%.

"Jumlah petani yang terdaftar di E-RDKK pada 2023 sebanyak 2,858.000 petani, turun sebanyk 83.345 oetani atau 2,5 persen. Jadi pada 2024 jumlah petani jadi 2,717.000 petani," terang Supriyanto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!