Mahfud MD Ungkap Alasan Ekonomi RI Tak Pernah Tumbuh Tembus 7%
Jum'at, 22 Desember 2023 - 20:06 WIB
Baca Juga: Ganjar Optimistis Bisa Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 7%, Ini Strateginya
Dia menjawab bahwa alasan utamanya adalah banyak korupsi dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi, yaitu di sektor konsumsi belanja pemerintah ekspor impor dan investasi. Hal tersebut, sebut Mahfud, memang benar terjadi.
"Coba lihat berdasar hasil segi transparansi internasional korupsi terjadi di lembaga legislatif eksekutif dan yudikatif secara besar-besaran. Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini, kita menginjak bumi ada korupsi di tanah dan pertambangan. Kita ke laut ada korupsi di masalah kelautan, kita melihat udara pesawat terbang kita ternyata di udara juga banyak korupsi," tegas Mahfud.
Hal ini kemudian menyebabkan rakyat Indonesia menjadi miskin. Mahfud pun menyampaikan hasil temuannya langsung di lapangan.
"Saya ketemu dengan seorang bernama Teddy dan Joni di Padang, seorang atau 2 orang pegawai angkutan perusahaan truk menyatakan tidak pernah bisa mendapat subsidi minyak yang disediakan oleh negara karena tidak pernah sampai di korupsi," tambahnya.
Dia menjawab bahwa alasan utamanya adalah banyak korupsi dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi, yaitu di sektor konsumsi belanja pemerintah ekspor impor dan investasi. Hal tersebut, sebut Mahfud, memang benar terjadi.
"Coba lihat berdasar hasil segi transparansi internasional korupsi terjadi di lembaga legislatif eksekutif dan yudikatif secara besar-besaran. Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini, kita menginjak bumi ada korupsi di tanah dan pertambangan. Kita ke laut ada korupsi di masalah kelautan, kita melihat udara pesawat terbang kita ternyata di udara juga banyak korupsi," tegas Mahfud.
Hal ini kemudian menyebabkan rakyat Indonesia menjadi miskin. Mahfud pun menyampaikan hasil temuannya langsung di lapangan.
"Saya ketemu dengan seorang bernama Teddy dan Joni di Padang, seorang atau 2 orang pegawai angkutan perusahaan truk menyatakan tidak pernah bisa mendapat subsidi minyak yang disediakan oleh negara karena tidak pernah sampai di korupsi," tambahnya.
Lihat Juga :