Jokowi Tambah Utang Rp5.400 Triliun Sejak 2014, Total Lebih Rp8.000 Triliun
Selasa, 02 Januari 2024 - 20:57 WIB
Lebih lanjut, indikator solvabilitas rasio utang terhadap penerimaan negara masih terjaga. Sementara, dari sisi utang pemerintah terhadap penerimaan negara juga masih dalam rasio aman. "Demikian dari sisi likuiditas juga terus dijaga. Misalnya salah satu yang biasa digunakan adalah current budget balance itu melihat bagaimana pendapatan dan belanja rutin," jelasnya.
Baca Juga: Utang Capai Rp8.041 Triliun, Kemenkeu Sebut Pinjaman Pemerintah Masih Terkendali
Dia mengungkapkan belanja rutin dikurangi belanja modal secara likuiditas masih aman dan baik. Sehingga, dari sisi indikator risiko utang dari sisi likuiditas, solvabilitas maupun sustainibiltasnya masih terjaga.
"Sehingga tidak hanya dilihat dari nominal yang lebih besar karena pada saat yang sama ekonomi kita terus tumbuh, GDP semakin besar penerimaan negara juga semakin besar sehingga kiranya utang pemerintah tidak sekedar dari outstanding nominal tapi dari indikator portofolio dan risiko yang baik," katanya.
Baca Juga: Utang Capai Rp8.041 Triliun, Kemenkeu Sebut Pinjaman Pemerintah Masih Terkendali
Dia mengungkapkan belanja rutin dikurangi belanja modal secara likuiditas masih aman dan baik. Sehingga, dari sisi indikator risiko utang dari sisi likuiditas, solvabilitas maupun sustainibiltasnya masih terjaga.
"Sehingga tidak hanya dilihat dari nominal yang lebih besar karena pada saat yang sama ekonomi kita terus tumbuh, GDP semakin besar penerimaan negara juga semakin besar sehingga kiranya utang pemerintah tidak sekedar dari outstanding nominal tapi dari indikator portofolio dan risiko yang baik," katanya.
(nng)
Lihat Juga :