Bukan Emas, Harga Logam Ini Bakal Melonjak dalam 2 Tahun ke Depan
Rabu, 03 Januari 2024 - 11:37 WIB
Sementara itu, pada konferensi perubahan iklim COP28 baru-baru ini, lebih dari 60 negara menyatakan dukungannya terhadap rencana untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2030. Hal ini, tegas Citibank, akan sangat memberikan dampak positif bagi tembaga.
Seperti diketahui, tembaga adalah logam dasar yang merupakan kunci utama dalam ekosistem transisi energi. Tembaga merupakan bagian integral dalam pembuatan kendaraan listrik, jaringan listrik, dan turbin angin.Pertumbuhan ekonomi juga cenderung meningkatkan permintaan tembaga yang digunakan dalam peralatan listrik dan mesin industri. Karena itu, permintaan logam tersebut sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi.
Dalam laporan bulan Desember, Citibank memperkirakan bahwa target energi terbarukan yang lebih tinggi akan meningkatkan permintaan tambahan tembaga sebesar 4,2 juta ton pada tahun 2030. Laporan tersebut menambahkan, hal ini berpotensi mendorong harga tembaga menjadi USD15.000 per ton pada tahun 2025, jauh lebih tinggi dari rekor tertinggi sebesar USD10.730 per ton yang dicapai pada Maret tahun lalu.
Tembaga di London Metal Exchange terakhir diperdagangkan pada harga USD8.559 per ton. Analis melihat tren bullish pada tembaga karena gangguan penambangan, di mana Goldman Sachs memperkirakan terjadi defisit lebih dari 0,5 juta ton pada tahun 2024.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Gabung BRICS, Venezuela Ejek Argentina Habis-habisan
Seperti diketahui, tembaga adalah logam dasar yang merupakan kunci utama dalam ekosistem transisi energi. Tembaga merupakan bagian integral dalam pembuatan kendaraan listrik, jaringan listrik, dan turbin angin.Pertumbuhan ekonomi juga cenderung meningkatkan permintaan tembaga yang digunakan dalam peralatan listrik dan mesin industri. Karena itu, permintaan logam tersebut sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi.
Dalam laporan bulan Desember, Citibank memperkirakan bahwa target energi terbarukan yang lebih tinggi akan meningkatkan permintaan tambahan tembaga sebesar 4,2 juta ton pada tahun 2030. Laporan tersebut menambahkan, hal ini berpotensi mendorong harga tembaga menjadi USD15.000 per ton pada tahun 2025, jauh lebih tinggi dari rekor tertinggi sebesar USD10.730 per ton yang dicapai pada Maret tahun lalu.
Tembaga di London Metal Exchange terakhir diperdagangkan pada harga USD8.559 per ton. Analis melihat tren bullish pada tembaga karena gangguan penambangan, di mana Goldman Sachs memperkirakan terjadi defisit lebih dari 0,5 juta ton pada tahun 2024.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Gabung BRICS, Venezuela Ejek Argentina Habis-habisan
Lihat Juga :