Petani Keluhkan Tarif Cukai hingga Impor Tembakau, Ganjar Beri Solusi Ini
Sabtu, 13 Januari 2024 - 16:08 WIB
Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo bertemu dengan petani tembakau yang ada di Desa Bawangan, Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1/2023) malam. FOTO/dok.SINDOnews
JOMBANG - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo , yang juga diusung oleh Partai Perindo bertemu dengan petani tembakau yang ada di Desa Bawangan, Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1/2023) malam.
Dalam pertemuan itu, seorang petani tembakau bernama Winarno mengeluhkan kepada Ganjar mengenai kenaikan tarif cukai hasil tembakau dan impor tembakau yang masih masif marak belakangan ini.
"Ini Pak persoalan cukai tembakau, dan impor tembakau masih masif. Semoga hal ini bisa diatasi saat Bapak menjadi Presiden," kata Winarno.
Baca Juga: Ziarah ke Makam Mbah Bisri di Jombang, Ganjar Sempat Bertemu Cak Imin
Mendapatkan keluhan tersebut, Ganjar berbicara bahwa persoalan cukai memang menjadi persoalan bagi petani tembakau setiap tahunnya. Ganjar bilang permintaan petani tembakau sejatinya tidak ingin tinggi, sebab jika hal itu terjadi pastinya akan memberikan dampak bagi mereka.
“Sebenarnya ini sudah setiap tahun ya, permintaan para petani sebenarnya tidak tinggi, kalau peningkatan cukai tidak terlalu tinggi. Maka sebenarnya urutannya nanti soal produksi tembakau pupuknya obat-obatannya, kalau hasil panennya bagus harganya bagus, produksinya bagus maka kebutuhan industri lokal bisa terpenuhi,” tutur Ganjar.
Dalam pertemuan itu, seorang petani tembakau bernama Winarno mengeluhkan kepada Ganjar mengenai kenaikan tarif cukai hasil tembakau dan impor tembakau yang masih masif marak belakangan ini.
"Ini Pak persoalan cukai tembakau, dan impor tembakau masih masif. Semoga hal ini bisa diatasi saat Bapak menjadi Presiden," kata Winarno.
Baca Juga: Ziarah ke Makam Mbah Bisri di Jombang, Ganjar Sempat Bertemu Cak Imin
Mendapatkan keluhan tersebut, Ganjar berbicara bahwa persoalan cukai memang menjadi persoalan bagi petani tembakau setiap tahunnya. Ganjar bilang permintaan petani tembakau sejatinya tidak ingin tinggi, sebab jika hal itu terjadi pastinya akan memberikan dampak bagi mereka.
“Sebenarnya ini sudah setiap tahun ya, permintaan para petani sebenarnya tidak tinggi, kalau peningkatan cukai tidak terlalu tinggi. Maka sebenarnya urutannya nanti soal produksi tembakau pupuknya obat-obatannya, kalau hasil panennya bagus harganya bagus, produksinya bagus maka kebutuhan industri lokal bisa terpenuhi,” tutur Ganjar.
Lihat Juga :