Jodohkan BUMN Penerbangan dengan Pariwisata, Maunya Jokowi Apa?

Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:03 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau New Yogyakarta International Airport. Foto/Dok Kemenparekraf
JAKARTA - Pengamat penerbangan sekaligus anggota Ombudsman RI Alvin Lie mencatat wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggabungkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerbangan dengan pariwisata kurang tepat. Meski tujuan tersebut merupakan langkah efisiensi dalam meningkatkan daya saing kedua sektor tersebut.

Alvin menyebut, kedua sektor ini saling mendukung satu dengan lainnya, namun begitu secara ekosistem sektor penerbangan dengan pariwisata cukup berbeda. Dia bilang, ekosistem pariwisata ada lima belas sedangkan penerbangan hanya satu saja.



"Sekarang kita tanya dulu Presiden (Jokowi) maunya apa? Kalau penerbangan mau di-holding tentunya rumpunnya itu rumpun transportasi dan bukan rumpun pariwisata, sebab ekosistemnya ini berbeda. Transportasi ya kaitannya dengan transportasi udara, darat, dan laut, itu bisa di-holding agar bisa sinerginya dan karakter bisnisnya itu sejalan, tapi nyatanya kan berbeda," ujar Alvin saat dihubungi, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Lima belas komponen ekosistem di sektor pariwisata yang dimaksud Alvin adalah Komponen ekosistem pariwisata yakni daya tarik alam, kegiatan atau aktivitas, seni budaya dan tradisi, sejarah, gaya hidup, nilai sosial dan sikap warga setempat, kuliner, belanja dan cinderamata, transportasi dan transportasi lokal, akomodasi, pelayanan dan fasilitas pendukung, informasi dan promosi, regulasi & politik, keamanan dan keselamatan, serta biaya. (Baca juga: Mengenal Cloud Bread, si Roti Awan yang lagi Viral )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!